Tulisan Dicuri, Apa Yang Harus Dilakukan?

Jika anda menulis dan mempublikasikan tulisan di blog atau seorang blogger, mungkin pernah punya pengalaman tulisan anda dicuri dan dipublikasikan kembali di blog milik orang lain. Jika mengetahui hal ini, sudah pasti anda merasa marah. Bayangkan, anda telah menghabiskan waktu berjam-jam atau bahkan beberapa hari untuk menulis konten tersebut agar para pembaca menyukainya. Energi dan tenaga telah banyak dicurahkan, memikirkan bagaimana merangkai kata, mengumpulkan data-data sebagai bukti pendukung tulisan dan sebagainya. Kemudian, tulisan itu dengan seenaknya dicopy dan pastekan kembali ke blog orang yang mencuri tulisan anda tadi. Tindakan ini tidaklah beretika dan melanggar hak cipta karena mereka tentunya akan mendapat keuntungan dari trafik yang datang dari tulisan blog yang dicuri tadi  yang notabene adalah hasil keringat anda.

Untuk melawan pencurian tulisan ini, anda harus selalu bersiap. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah anda harus tahu bagaimana cara mengetahui apakah tulisan tadi sudah dicuri, mengerti tentang hukum perihal pencurian tulisan, dan menentukan apakah tidak akan buang-buang waktu saja jika memproses orang yang mencuri tulisan anda tadi. Yang saya ucapkan tadi barulah tahap awalnya saja. Pada tahap berikutnya adalah anda harus mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan agar tulisan yang dicuri tadi dihapus dan bagaimana cara pencegahan di masa mendatang agar tidak ada orang yang mencuri tulisan anda.

Anda tentu tidak ingin menghadapi orang yang mencuri tulisan tiap hari. Apalagi anda hanyalah seorang penulis blog bukan polisi dunia maya. Untuk itulah tulisan ini saya buat untuk melihat bagaimana cara mengevaluasi dan menghadapi orang yang telah mencuri tulisan dan apa yang harus dilakukan jika ingin melawannya dan dalam posisi bagaimana sebaiknya tulisan tadi didiamkan saja.

Cara Mengetahui Jika Tulisan Anda Telah Dicuri

Pertama sekali tentu anda harus mengetahui bahwa konten anda telah diambil tanpa ijin langsung dari anda dan menentukan apakah tindakan mereka telah melanggar undang-undang hak cipta.  Dikarenakan pertumbuhan blog baru sangat cepat sekali, tentu langkah pertama ini tidaklah mudah, namun ada beberapa cara untuk menemukan apakah tulisan anda telah dicuri atau belum, yaitu:

  1. Pergunakan Copyscape.com. Dengan copyscape, anda cukup mengunjungi situsnya dan masukkan URL situs ke kotak pencarian, lantas akan muncul hasilnya. Copyscape akan menyampaikan tulisan apa saja yang telah muncul di situs lain. Untuk versi gratisan, anda hanya akan melihat hasil 10 buah saja. Jika ingin laporannya lebih lengkap, bisa daftar untuk versi berbayar. Selain Copyscape, ada satu lagi tool yang bisa membantu anda untuk menemukan tulisan yang mirip dengan tulisan anda, yaitu menggunakan Searchlight.ht. Searchlight ini milik HubSpot. Sayangnya, untuk mendapatkan layanan dari Searchlight tidak bisa gratis, harus daftar dulu baru bisa digunakan.
  2. Trafik Referal. Untuk mengetahui apakah tulisan anda telah dicuri, bisa juga dengan menganalisa dari mana datang trafik situs. Gunakan Google Analytics untuk memeriksa trafik referal ini. Lihat sumber rujukan ke situs anda dari mana saja datangnya. Perhatikan trafik langsung yang mencurigakan. Coba kunjungi laman tersebut, untuk memeriksa, apakah tulisan anda telah dicuri atau tidak.
  3. Tergantung dari sistem manajemen konten, anda bisa diberitahu ketika sebuah situs memberi tautan ke salah satu tulisan anda. Jika seseorang mengcopy paste seluruh tulisan anda ke situs mereka, sudah pasti akan segera diketahui dan analitik tidak perlu digunakan agar mengetahuinya.
  4. Cara keempat ini menggunakan tool. Ada dua buah tool yang bisa digunakan untuk mendeteksi apakah tulisan anda telah dicuri seseorang, yaitu Google Alerts dan topsy.com. Apapun tool yang ingin digunakan, anda bisa mengaturnya agar tool ini memberitahukan kepada anda ketika seseorang menuliskan URL anda. Perlu diingat bahwa anda harus menggunakan beberapa tool tadi agar blog bisa berada di urutan teratas mesin pencari. Manfaat Google Alert digunakan untuk memonitor konten blog secara online. Dengan Google Alert anda bisa memperoleh informasi dari website atau blog. Sementara Topsy untuk memonitor percakapan di Google+ dan Twitter.
  5. Mengetahui secara manual. Pilihan terakhir adalah mencarinya di internet secara manual. Untuk mencarinya bisa menggunakan kata kunci tertentu dengan phrase yang cukup panjang, nanti akan muncul di hasil pencarian tulisan yang membahas tentang kata kunci tersebut (tentunya tulisan anda pun akan muncul di hasil pencarian), lantas periksa satu persatu tulisan tersebut.

Setelah anda menggunakan ke lima cara di atas dan menemukan ternyata ada tulisan yang dicuri, belum saatnya anda untuk melakukan komplain kepada pemilik situs tersebut. Sebelum mengirim komplain lewat email kepada mereka, atau melaporkannya ke Google, anda harus memastikan bahwa anda mengerti sepenuhnya situasinya. Kenapa demikian? Karena ada aturan yang membolehkan seseorang untuk mengambil tulisan anda dan dituliskannya di blog mereka. Untuk itu, sebelum melakukan tindakan apapun, tentukan apakah orang ini melanggar aturan hak cipta atau tidak. Untuk itu, kita lanjut ke langkah kedua.

Mengevaluasi Keadaan, Apakah Tulisan Anda Telah Benar-benar Dicuri.

Walaupun anda telah menemukan website atau blog yang tulisannya mirip dengan tulisan anda, bisa jadi tindakan mereka tidak melawan hukum. Setelah anda mempublikasikan konten secara online (apakah itu berbentuk tulisan atau visual), tulisan tadi secara otomatis akan dilindungi oleh undang-undang hak cipta, walau anda tidak menyebutkannya secara langsung di blog anda. Ini artinya orang lain tidak boleh mempublikasikan ulang tulisan anda tanpa ijin langsung, kecuali mereka mengikuti aturan yang tertera pada undang-undang hak cipta.

Pada dasarnya, aturan hak cipta menyatakan bahwa seseorang memperoleh hak terbatas menggunakan konten asli selama masih dianggap adil atau dibatas kewajaran. Batas kewajaran ini dianggap seperti mengutip sebagian kecil tulisan, menggunakan kata-kata di dalam sebuah tulisan untuk dikomentari atau dikritisi, digunakan untuk parodi, kesimpulan dari sebuah kutipan artikel dan digunakan untuk kepentingan pendidikan.

Penggunaan masih di dalam batas kewajaran ini tidak ada aturan jelas yang mengutarakannya, karena tidak ada ketentuan berapa batas jumlah kata yang boleh dikutip tanpa ijin dari si pemilik tulisan.

Sebagai pemilik blog, anda tentunya tidak ingin dianggap sebagai pencuri tulisan orang lain dan disamping itu juga ingin melindungi konten buah karya anda sendiri. Satu hal yang tidak dilindungi oleh peraturan hak cipta adalah penggunaan konten orang lain secara wajar. Jika ditemukan tulisan anda di salin habis oleh situs lain tanpa izin, walaupun dia menyebutkan sumber tulisan tadi, anda berhak dan dilindungi oleh undang-undang untuk meminta dia untuk menghapusnya.

Apakah Menguntungkan Jika Melakukan Konfrontasi Sewaktu Tulisan Anda Dicuri?

Nah, setelah ditemukan praktek pencurian tulisan dan juga telah yakin bahwa blog itu melanggar hak cipta, lantas apa selanjutnya?

Sebelum melanjutkan ke tindakan selanjutnya untuk menghapus konten tersebut, anda harus menentukan apakah benar-benar serius ingin melakukan tindakan terhadap pemilik blog. Walaupun kasus konten curian ini jelas hitam putihnya, tetapi seringkali masih ada saatnya kalau tulisan tersebut dibiarkan saja dan tidak perlu dihiraukan.

Jika suatu saat ada sebuah blog yang lebih besar dan lebih populer dibandingkan blog anda ternyata telah mengambil tulisan anda, maka langkah pertama yang dilakukan adalah tanyakanlah pada diri sendiri, yaitu “Apakah konten tadi dapat meningkatkan trafik ke website atau bisa memberikan keuntungan terhadap blog yang kita kelola”. Jika blog memperoleh trafik menguntungkan dari situs tersebut atau dapat pelanggan baru jika situs merupakan representatif sebuah perusahaan, sebaiknya dibiarkan saja. Pada dasarnya, anda harus selalu mengetahui secara pasti siapa yang telah mengambil tulisan blog tanpa izin dan bagaimana kontribusinya terhadap blog anda sendiri sebelum mengambil keputusan untuk memperkarakan konten curian tadi. Apalagi seandainya anda dengan pemilik blog tersebut memiliki hubungan baik dan dapat saling menguntungkan, sepanjang dia memberikan tautan sumber darimana dia ambil konten tersebut.

Tindakan Jika Memutuskan Untuk Memperkarakannya.

Jika anda putuskan untuk memperkarakannya dan ingin konten tadi dibuang atau dihapus, berikut ada beberapa langkah yang harus diambil agar proses memperkarakan kasus ini tidak akan membuang waktu dan tenaga saja.

  1. Screenshot.

Mengambil gambar screenshot dari laman curian ini sangat penting. Ambillah screenshot dari konten yang telah diambil tadi. Dengan cara itu Anda memiliki bukti ketika Anda ingin memperkarakannya. Pastikan seluruh halaman situs tadi telah didapatkan (atau minimal gambar semua konten yang telah dicuri) dan URL situs sehingga orang lain dapat menemukan website jika diperlukan di kemudian hari.

Untuk menscreenshot ini cukup dengan tombol print screen di Windows dan pastekan ke aplikasi gambar. Tetapi jika ingin menambahkan keterangan tambahan pada hasil screenshot atau langsung menggunakan browser bisa menggunakan tool Awesome Screenshot untuk Chrome atau Fireshot jika menggunakan Firefox.

  1. Langsung Kirim email

Sebelum mengadukannya ke Google, sebaiknya hubungi orang tersebut langsung ke emailnya, terutama kalau anda dengan dia memiliki hubungan baik (atau anda ingin membangun pertemanan dengan pemilik blog tersebut di masa mendatang). Dengan melakukan hal ini, biasanya masalah akan lebih cepat selesai dan masing-masing pihak akan lebih saling mengerti di kemudian hari.

Kalau tidak ditemukan alamat email si pelaku di situsnya, untuk mencari email orang tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan whois domain search. Kenapa ke whois? Karena sewaktu seseorang ingin mendaftarkan sebuah domain, dia harus menyertakan informasi kontak berupa email, walau kontak  ini terkadang tidak disediakan untuk publik. Kalau informasi domain pribadi, bisa memakai plugin sederhana dari Google Chrome, yaitu Rapportive. Cara menggunakannya pun cukup gampang, walau dengan sedikit trial dan error nantinya akan terbiasa.

Setelah ditemukan alamat emailnya si pencuri, kirimlah email dengan penjelasan cukup dan tegaskan apa yang akan terjadi jika dia tidak memenuhi permintaan anda. Sertakan bukti-bukti seperti screenshot tadi dan link ke halaman yang telah dia curi. Sampaikan juga bahwa anda mengerti bahwa dengan dihapuskannya secara sukarela halaman tadi maka permasalahan akan dianggap selesai, tetapi jika tidak mematuhi, bisa dijelaskan langkah hukum apa yang akan anda lakukan terhadapnya.

  1. Melaporkan Ke Mesin Pencari atau Penyedia Layanan Hosting

Langkah ketiga ini sangat tergantung terhadap bagaimana komunikasi antara anda dengan pemilik blog tadi. Jika terlalu lama dan berlarut-larut serta tidak ada kejelasan apakah dia bersedia untuk menghapus konten tadi atau dia bersikeras tidak mau menghapusnya, sekarang masuk ke langkah ketiga yaitu secara manual melaporkan ke mesin pencari dengan mensubmit permintaan untuk menghapus konten tadi dari hasil pencarian atau menghubungi penyedia layanan hosting dimana dia menyewa hosting. DMCA atau Digital Millennium Copyright Act mengharuskan penyedia layanan hosting dan seluruh perangkat layanan informasi melalui internet wajib mematuhi prosedur untuk menghapus materi yang melanggar hak cipta. Untuk menemukan penyedia layanan hosting si pelaku, bisa menggunakan whois domain search.

Jika ingin menghubungi perusahaan mesin pencari secara langsung, berikut ini disertakan tautan untuk mensubmit konten yang ingin dihapus.

Setelah di submit permintaan DMCA takedown, tinggal menunggu saja lagi. Waktu yang dibutuhkan agar di respon bisa dalam beberapa jam atau bahkan mungkin dalam rentang beberapa waktu sebelum konten tersebut dibuang dari hasil pencarian mesin pencari. Langkah terakhir ini mudah-mudahan tidak akan kejadian. Karena langkah ini merupakan tindakan terakhir jika tidak diindahkan. Sebenarnya akan lebih gampang jika hanya sampai pada langkah pertama saja, yaitu dengan menghubungi si pemilik blog yang mengambil konten tadi dan permasalahan dapat selesai sampai di sana saja.

Cara Terhindar Dari Pencurian Konten

Jika konten telah tercuri, mengambil kembali hak anda merupakan pekerjaan yang melelahkan. Agar tidak terjadi pencurian konten, langkah terbaik adalah dengan mencegahnya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Menampilkan pemberitahuan perlindungan hak cipta. Dengan melakukan pemberitahuan perlindungan hak cipta tidak akan mempengaruhi secara langsung akan cakupan hak cipta. Namun tidak ada salahnya melakukan perlindungan sebelum kejadian. Caranya dengan menampilkan banner Copyscape dan DMCA di situs.
  2. Buatlah sebuah pedoman tentang penggunaan konten. Salah satu aspek dari metodologi pemasaran inbound adalah agar konten tadi dapat dibagikan secara wajar. Untuk itu jelaskan dalam sebuah pedoman agar para pembaca atau fans memperoleh pengertian yang jelas tentang bagaimana konten anda dapat dibagikan. Sehingga mereka tidak akan merasa ragu apakah akan melanggar atau tidak tentang mengutip dan berbagi posting blog, grafik, presentasi dan bentuk konten lainnya.
  3. Saling tautkan blog anda. Beberapa pencuri konten menggunakan robot untuk mengambil konten langsung dari teks, termasuk tautan yang terkait dengan teks tersebut. Dengan demikian jika mereka melakukan pencurian, maka anda akan memperoleh keuntungan dengan adanya tautan ke situs anda dari praktek pencurian menggunakan robot ini.
  4. Untuk konten berbentuk visual, tambahkan watermark. Dengan adanya watermark di seluruh konten berbentuk visual, akan membuat mereka berfikir dua kali saat mengambil gambar tersebut. Watermark sangat susah dihilangkan (atau mungkin tidak bisa dihilangkan). Apalagi kalau watermark itu merata di seluruh bagian foto.

Dari penjabaran di atas, walaupun tidak dapat menjamin seratus persen akan efektif, paling tidak mengetahui apa yang harus dilakukan ketika sebuah konten dicuri dan bagaimana menghindari tindak pencurian dari blog, akan dapat membantu anda agar terhindar dari tindak pencurian konten dan tidak ingin melakukan praktek pencurian.

Silakan sampaikan komentar Anda