Struktur Akun Analytics

Beginner Demo 1.3

Anda bisa menggunakan akun Google untuk mengakses Google Analytics. Jika anda belum memiliki akun, bisa membuatnya secara mudah dengan mengunjungi website : analytics.google.com

Jika anda belum memiliki sebuah akun, anda dapat mengklik tautan “Create Account”. Setelah memiliki sebuah akun Google, kami akan mengirimi anda sebuah email di Google. Untuk melanjutkan, klik “Next”.

analytics

Sekarang tikkan password.

Pada gambar berikut akan anda lihat langkah-langkah yang diperlukan untuk memulai Google Analytics. Klik “Sign up” untuk melanjutkan.

Kemudian Google Analytics akan menanyakan apakah anda ingin melacak sebuah website atau aplikasi mobile. Jika anda ingin melacak sebuah website, anda tidak perlu melakukan apapun, karena sebuah website telah dibuat sebagai standar. Anda dapat menuliskannya nama akun sesuai keinginan. Anggaplah kita namai dengan “Google Store”.

Anda juga bisa mengatur properti dengan menamainya dengan nama website yang ingin dilacak. Disini kita menamainya dengan “Google Store” juga.

Kemudian, tambahkan alamat URL situs. Disini kita menggunakan alamat situs dari Google Store.

Anda juga bisa memilih kategori industri yang sesuai dengan kategori perusahaan anda. Ini berguna agar Google Analytics bisa membuat laporannya lebih baik dan memberikan petunjuk yang sesuai dengan kategori industri yang sedang anda geluti. Klik “Select One” pada menu munculan. Karena kita mensetnya untuk Google Store, maka pada contoh ini yang dipilih adalah “Shopping”.

Anda juga dapat menyetel zona waktu yang sesuai dengan laporan. Untuk sekarang kita biarkan saja dulu.

Jika kita menggulir ke bawah, anda bisa melihat sebuah setingan pembagian data. Ini berguna untuk membantu Google Analytics menampilkan sistem operasi kritis dan membantu anda untuk mengontrol data Analytics yang ingin dibagikan. Untuk saat ini biarkan saja di ceklis.

Agar kode pelacakan Javascript bisa ditambahkan ke situs web, klik “Get Tracking ID”. Perlu diperhatikan bahwa anda harus menerima persyaratan yang telah ditentukan untuk melanjutkan. Klik “I Accept”.

Gulirkanlah ke bawah untuk melihat kode pelacakan Javascript. Perhatikan bahwa kode tersebut terdapat ID pelacakan anda. Setelah anda menambahkan kode ini pada halaman web, Google Analytics bisa melacak perilaku pengguna dan mengirim data tersebut ke akun Google Analytics anda.

Sekarang, kita akan mengkopi kode tadi dari halaman ini dan mempastekannya ke HTML atau ke tiap halaman dari website Google Store. (Perlu diperhatikan bahwa beberapa website pihak ketiga seperti WordPress memiliki cara otomatis tersendiri untuk memasukkan kode pelacakan Google Analytics ini).

Pastikan bahwa anda telah meletakkan kode tersebut tepat sebelum kode tag penutup </head> di website, sehingga dia dapat memulai pelacakan ketika halaman tersebut tampil pertama kali. Jika anda menggunakan komponen atau file template untuk membangun website, maka pastikan bahwa kode pelacakan tadi diletakkan pada komponen output HTML sebelum tag <head>.

Setelah anda tambahkan kode ke situs, anda bisa memeriksa laporan “real time” pada Analytics untuk memastikan kode tersebut telah dimasukkan dengan benar.

Untuk memeriksa kode dengan laporan “Real Time”:

  • Pada bagian atas, klik “Reporting”.

  • Kemudian, pada bagian kiri navigasi, klik “Real Time”.
  • Kemudian klik Overview Real-time, laporan akan menampilkan aktivitas pengguna pada saat itu juga seperti jumlah pengunjung sekarang.

Jika anda ingin meletakkan kode pelacakan kembali, anda dapat mengkopinya pada area “Admin”.

  • Klik “Admin”.

  • Kemudian klik “Tracking Info”.

  • Kemudian klik “Tracking Code”. Kode pelacakan akan muncul pada bagian kode pelacakan.

Itulah cara membuat sebuah akun Google Analytics dan menambahkan kode pelacakan pada website. Gampang, kan?

Sumber:

Demo : https://analytics.google.com/analytics/academy/course/6/unit/1/lesson/3  

Teks : https://support.google.com/analytics/answer/6385361

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda