Semantik Bagi Dunia Bisnis

Setelah kita ketahui apa itu semantic, bagaimana google plus menilai seseorang dan meningkatkan ranking situs di mesin pencari, sekarang saatnya melihat bagaimana dampak algoritma ini terhadap dunia bisnis.

Banyak pertanyaan yang muncul jika dihubungkan algoritma semantic dengan dunia bisnis, seperti bagaimana cara menggunakannya, apa yang harus dilakukan dan sebagainya.

Hal ini disebabkan sebuah perusahaan tidak dibangun atau dikerjakan oleh satu orang saja. Bagaimana orang yang bekerja pada perusahaan itu bertindak? Bagaimana seharusnya yang dilakukan bagi perusahaan yang mempunyai pegawai dari berbagai Negara dengan beragam bahasa?

Target pemasaran sebenarnya selalu berubah-ubah. Kesemuanya ini disebabkan karena manusia adalah makhluk sosial. Kita mendapatkan informasi melalui media sosial dan akan berbeda pendapat terhadap suatu produk yang ada di internet. Perbedaan ini disebabkan karena perbedaan budaya dan latar belakang.

Di jaman dahulu, sebelum ada media sosial, kita mendapat informasi dari iklan yang beredar yang mengatakan bahwa “kami yang terbaik”, “kami yang nomor satu”, dan sebagainya. Ini menunjukkan keprofesionalan suatu produk.Semakin banyak budget yang dialokasikan untuk beriklan akan semakin percayalah kita terhadap produk tersebut.

Sekarang jaman sudah berubah. Sekarang jamannya media sosial. Akibatnya opini masyarakat akan berubah, cara pandang terhadap suatu produk pun akan berubah. Sekarang, dengan budget besar tidak akan membuat kepercayaan masyarakat bahwa produk itu adalah nomor satu.

Masyarakat sekarang membutuhkan kepercayaan lebih dibandingkan masyarakat jaman dulu. Sekarang, perusahaan harus menunjukkan bahwa produk mereka adalah produk yang benar-benar sesuai untuk keperluan mereka. Perusahaan harus membangun kepercayaan public.

Untuk melakukannya, perusahaan harus berinteraksi dengan calon konsumennya, tidak hanya melalui iklan di televise dan majalah saja. Tetapi berinteraksi dengan media sosial media karena masyarakat umumnya sudah beralih ke media internet. Mereka mendapatkan sebagian besar informasi dari internet. Di internet inilah kita harus bangun kepercayaan mereka.

Jika sebuah perusahaan melakukan sebuah kesalahan yang fatal dan tidak disukai, walau terhadap satu orang saja, maka berita ini akan segera tersebar dengan mudahnya. Dia bisa membagikannya di status mereka dan seluruh orang yang mengikutinya akan mengetahuinya, bahkan mungkin membagikan ulang hal buruk tentang perusahaan anda.

Kalau dulu, jika seseorang kecewa dengan produk sebuah perusahaan, maka perusahaan cukup dengan meminta maaf dan memperbaiki kesalahan mereka kepada satu orang itu saja. Berita tentang kekecewaan itu tidak akan tersebar di dunia. Artinya yang tahu tentang masalah ini hanyalah si perusahaan dan pelanggannya yang kecewa itu saja.

Disinilah peran Google Plus berperan. Dengan media sosial, perusahaan bisa mendapatkan masukan dari masyarakat tentang bagaimana seharusnya sebuah produk dikembangkan. Google Plus membuatnya lebih transparan sehingga pelanggan bisa lebih mengerti tentang sebuah produk, apa kegunaan produk, kenapa harus membeli produk perusahaan tersebut, dan bagaimana hubungan emosi yang kita jalin.

Inilah yang sedang terjadi sekarang ini. Dimana jaman menjadi lebih transparan. Perusahaan haruslah memanusiakan pelanggannya, tidak hanya sebagai target pasar saja.

Semakin besar sebuah perusahaan, semakin besar pula kepercayaan yang harus dibangun.

Silakan sampaikan komentar Anda