Pengolahan Data Untuk Pemasaran

Pengolahan data untuk bisnis bisa berbeda untuk tiap orang, tetapi pada prinsipnya adalah bagaimana menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan tepat saat beriklan. Dimulai dari melacak performa situs untuk data pihak ketiga bagi pembelian media tertarget, data bisa berakibat besar, tidak peduli seberapa besar audiennya.

Berikut ini 4 prinsip tentang mengolah data.

1. Tentukan Tujuan

Dengan memahami tujuan atau alasan kenapa anda membuat situs semudah anda menanyakan “Apa yang sedang anda lakukan disini sekarang?” Pertanyaan ini bisa diajukan hingga ke masing-masing halaman yang telah anda buat. Sebagai contoh, tujuan dari blog situs akan berbeda dibandingkan dengan homepage situs tersebut.

Banyak situs berbasis konten bertujuan untuk meningkatkan pageview dan impresi sehingga dengan demikian mereka bisa meningkatkan pendapatan dari iklan atau memperoleh lebih banyak sponsor, sementara situs e-commerce lebih bertujuan agar visitornya membeli sesuatu di situsnya.

Pada prinsipnya anda sedang mencoba untuk melakukan sesuatu, dan apapun yang sedang anda lakukan akan tergambar melalui data yang ingin didapatkan dan platform apa yang ingin digunakan untuk mewujudkannya.

2. Melakukan Audit Website

Setelah ditentukan apa yang ingin dilakukan melalui situs, melakukan audit terhadap situs secara keseluruhan akan membantu anda untuk mengerti tentang apa yang harus dikerjakan dan bagaimana melakukannya.

Disinilah letaknya ide tentang website hygiene melakukan perannya. Anda bisa melakukan hal-hal menakjubkan dengan data tersebut, tetapi jika situsnya tidak dioptimisasi dan dipelihara dari waktu ke waktu, kemungkinan datanya tidak akan akurat. Untungnya, ada tool untuk membantu anda untuk melakukan jenis audit seperti ini, seperti Seoptimer. Cukup dengan mentikkan nama domain dan hasilnya akan segera keluar. Biasanya situs pengaudit biasanya akan melihat hal-hal seperti:

  • SEO (HTML, kata kunci, tautan, sitemap).
  • Performa (ukuran halaman, kecepatan loading)
  • Mobile (responsif, mobile UI)
  • Keamanan (sertifikat SSL)

Kebanyakan alat audit ini akan memberikan beberapa rekomendasi tentang bagaimana meningkatkan nilai situs secara keseluruhan, seperti mengidentifikasi tag judul, kesalahan halaman, atau kerusakan tautan, dimana secara khusus akan membantu untuk situs besar yang selalu harus melakukan beberapa perubahan.

Tambahan terhadap bagaimana performa situs berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, anda juga bisa melakukan audit konten. Audit ini berguna untuk situs mempunyai banyak konten di sana.

3. Mempergunakan Tool Dengan Tepat

Sekarang anda tahu apa yang sedang dilakukan dan halaman apa saja yang harus diabaikan. Sekarang saatnya memilih tool apa saja yang bisa membantu anda agar pekerjaan anda bisa terselesaikan dengan baik dan benar.

Di atas telah disebutkan bahwa tergantung dari tujuan anda membuat sebuah situs, anda bisa memperhatikan pada statistik yang berbeda. Untuk itu di bawah ini kami sampaikan dua buah kategori situs secara umum, yaitu situs yang mempunyai tujuan untuk penjualan (melakukan pembelian, bergabung dengan situs, dan sebagainya) dan kategori lainnya adalah memperoleh pageview sebanyak-banyaknya (seperti blog berisi banyak konten, publikasi, atau situs pendapatan utamanya adalah lewat beriklan).

Untuk situs bertujuan penjualan, statistik pentingnya adalah:

  • a.       Rasio pentalan
  • b.      Exit page
  • c.       Tingkat konversi
  • d.      Biaya per konversi

Bekerja pada situs yang bertujuan pada konversi sebagai tujuan utamanya, artinya anda harus fokus agar calon pelanggan dapat menemukan situs anda dan mengurangi jumlah pengunjung yang keluar sebelum melakukan sebuah pembelian. Google Analytics merupakan tool paling banyak dan paling baik digunakan, dimana tool ini merupakan alat yang bekerja melakukan pelacakan terhadap situs berdasarkan konversi, sama juga dengan Kissmetric.

Situs tujuannya merupakan jumlah pembaca, maka statistik terpenting adalah:

  • a.       Sumber trafik
  • b.      Sesi
  • c.       Halaman per sesi
  • d.      Rasio pentalan
  • e.       Seberapa banyak sebuah artikel dibagikan melalui media sosial

Jika bekerja untuk situs seperti ini, artinya tidak terlalu memikirkan konversi dan lebih menitik beratkan pada seberapa banyak orang membaca situs tersebut. Sekali lagi, Google Analytics pilihan tepat digunakan tetapi jika ingin pilihan lainnya, silakan gunakan AddThisDashboard.

4. Menetapkan Baseline

Langkah terakhir ini adalah tentang pemahaman bagaimana audien anda berinteraksi dengan situs. Dapat dilakukan dengan melihat seberapa banyak trafik di situs, menyimak setiap pembahasan masyarakat melalui media sosial, dan merasakan pola perkembangan situs dari hari ke hari.

Dengan demikian anda tidak hanya bisa menyampaikan kapan terjadinya dampak positif atau negatif pada trafik, tetapi juga tentang bagaimana perubahan yang anda buat berdampak terhadap kualitas keterlibatan pembaca. Walaupun masih terdapat penting metrik lainnya dalam pelacakan performa situs, di bawah ini beberapa saran dimana harus memulai sebuah baseline.

Pengukuran Kuantitatif Untuk Melakukan Pelacakan:

  • a.       Rata-rata trafik tiap jam per hari, hari per minggu, dan perubahan khusus (seperti hari libur dan sebagainya).
  • b.      Rata-rata rasio pentalan
  • c.       ROI dihabiskan untuk iklan (bandingkan antara jumlah pengeluaran untuk iklan dengan jumlah pengunjung situs yang memenuhi tujuan situs).

Pengukuran Kualitatif:

  • a.       Sentimen positif atau negatif pada media sosial
  • b.      Komentar dari pengguna

Keempat prinsip dasar inilah yang membuat fondasi untuk menggunakan data sewaktu membuat keputusan pemasaran. Dengan meningkatkan dasar pengetahuan (mengetahui segalanya berjalan dengan sempurna di situs), anda tidak hanya menjalankan kampanye dan kepercayaan yang bisa anda lacak secara sempurna, tetapi anda juga memanfaatkan seluruh potensi situs untuk meraih tujuan perusahaan.

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda