Pengaruh Algoritma Semantik Terhadap Pengguna GooglePlus

Setelah kita bahas mengenai bagaimana cara kerja algoritma Semantik pada tulisan terdahulu, sekarang kita masuk lebih dalam mengenai kultur yang terdapat di Google Plus, dan bagaimana algoritma ini mendorong seseorang untuk selalu memposisikan dirinya menjadi orang baik.

Kultur di GooglePlus

Sewaktu berinteraksi di media sosial, orang akan cenderung lebih bebas melakukan apa saja dibandingkan jika dia melakukannya di dunia nyata. Kecenderungan ini muncul karena di internet hukum tidak berlaku sehingga semua orang bisa melakukan apa saja dan menjadi siapa saja.

Maksudnya, seorang guru bisa menjadi penulis, orang yang jahat di dunia nyata bisa jadi merupakan orang yang suka menolong di internet dengan memberikan bantuan-bantuan yang bisa menyelesaikan masalah orang lain.

Begitu juga sebaliknya. Jika di dunia nyata dia adalah orang yang terlihat alim, sopan, penurut dan sebagainya. Namun di internet ternyata dia merupakan seseorang yang dicari oleh pihak kepolisian karena melakukan pelanggaran hukum yang dilakukannya di internet seperti melakukan pembajakan, meretas situs dan mungkin dia seorang pencuri yang mencuri uang orang lain.

Tetapi di Google Plus tidak seperti itu. Seseorang tidak bisa menjadi orang lain dan melakukan apapun yang dia sukai. Kenapa bisa terjadi demikian? Karena di Google Plus ada mekanisme yang mengatur semuanya. Sebuah mekanisme yang berubah secara simetris.

Pada dasarnya ketika anda bertemu dengan seseorang di dunia nyata, maka cara anda memperlakukannya berdasarkan penilaian awal yang disematkan pada diri mereka, yang bisa memperkirakan apakah anda akan merugi atau beruntung jika  berhubungan dengan mereka.

Maka, jika anda berpikir bahwa anda adalah seorang raja dan orang itu tidak lebih dari tukang sapu jalanan, anda tidak akan menghabiskan waktu untuk bergaul dengan mereka karena mereka tidak akan mempengaruhi anda sama sekali. Anda akan mengabaikan si tukang sapu tersebut.

Sebaliknya, jika anda fikir orang lain yang anda temui itu adalah seorang raja juga di kerajaan yang berbeda, atau orang yang setara dengan anda, maka anda akan memperlakukannya dengan sangat berbeda, tentu saja akan memperlakukannya dengan sangat baik, karena anda tidak mengetahui siapa dia. Dan setelah anda mengetahuinya, anda bisa membangun hubungan yang mempunyai tarik menarik yang sama, hubungan yang lebih berimbang.

Inilah cara kerja di Google Plus. Kita sangat banyak menghabiskan waktu di dunia internet, menginvestasikan dan mengaktualisasikan diri dan mendapatkan sebuah penilaian tentang reputasi kita. Sehingga pada dasarnya, dimanapun kita berhubungan dengan siapapun, mereka hampir mempunyai kekuatan yang sama dengan kita karena mereka juga mempunyai identitas digital yang setara.

Tidak ada lagi siapa yang lebih besar dan berkuasa, semuanya sama. Saya bisa menghancurkan anda, begitu pula sebaliknya karena Google Plus adalah area umum, dan akan mengakibatkan dampak yang sangat luas sekali.
Anda akan kehilangan follower, orang-orang akan membully bahkan orang bisa saja memblok anda. Jumlah pengikut akan semakin menurun.

Karena pada dasarnya anda menghandalkan interaksi yang terjadi di Google Plus untuk membangun perusahaan anda guna memperluas jangkauan pemasaran yang ingin didapatkan. Maka dengan menggunakan algoritma di Google Plus, Google memaksa kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Cara Algoritma Semantik Mendorong Orang Menjadi Lebih Baik

Contoh, anda mempunyai sebuah situs yang dipergunakan untuk menjual sesuatu dan tentu saja anda ingin situs ini menjadi situs yang terbaik di dunia. Situs tersebut, anggaplah, menjual sapu lidi dan mempunyai misi menjadikan sapu hal yang paling keren di dunia.

Nah, bagaimana anda akan meyakinkan orang lain atau khalayak umum agar sependapat dengan anda?

Cara satu-satunya adalah menciptakan sebuah identitas yang bisa dipercaya, mempunyai reputasi yang bagus, melakukan hubungan baik dan terjaga sehingga sapu menjadi topik pembicaraan setiap orang. Maka ketika anda akan memproduksi sapu ini dan akan melemparkannya ke pasaran, maka orang-orang akan menghubungi anda dan membelinya dari anda.

Pada dasarnya anda menggunakan GooglePlus untuk mengarahkan sebuah gagasan bahwa anda melakukan hal-hal komersial yang mempunyai nilai dan kebenaran. Jika anda tidak mempunyai karakter ini, anda tidak bisa membangunnya, kemudian akan ditinggalkan, sehingga tidak akan mendapatkan perhatian dan tidak memperoleh keuntungan sama sekali. Sehingga situs anda tidak akan ada pengunjungnya.

Silakan sampaikan komentar Anda