Menyimpan Data Untuk Menghasilkan Laporan

Advanced 1 4

Langkah terakhir dari keseluruhan proses, Google Analytics akan mengambil seluruh data yang telah dikumpulkan dan meletakkan laporan tadi di databasenya, dengan demikian akan bisa merubahnya menjadi laporan.

Setelah mengatur setingan tersebut diterapkan terhadap data, Google Analytics akan merubah data menjadi dimensi, mengkalkulasi metrik berdasarkan dimensi tersebut dan meletakkan tiap dimensi pada tabel kelompok databasenya untuk bisa diambil kembali sesegera mungkin.

Diingatkan kembali ketika Google Analytics mengumpulkan data seperti lokasi, tipe perangkat, dan tipe browser, dia akan mengubah data ini menjadi dimensi yang ditampilkan pada laporan Analytics.

Seluruh laporan Google Analytics merupakan sebuah dimensi tunggal, dan menghubungkan metrik pada tiap nilai dari dimensinya masing-masing. Anda akan melihat bahwa kebanyakan laporan di Analytics menggunakan baris sebagai dimensi, dan kolom terkait dengan data metrik.

Ketika anda mengatur konfigurasi seperti Goal atau Enhanced Ecommerce, metrik ini akan dimasukkan sebagai nilai positif.

Analytics menghitung metrik yang telah dikelompokkan di berbagai dimensi dengan dua cara. Metrik juga menghitung secara keseluruhan seperti total sesi, pengguna, atau tampilan halaman atau dimensi khusus (seperti sesi atau pengguna baru per wilayah). Ini berdasarkan pada kalkulasi yang dibuat oleh Google Analitycs selama proses ketika dia mengkategorikan data yang dikumpulkannya terhadap pengguna dan sesi.

Mari kita lihat bagaimana beberapa metrik kunci dihitung:

  • Analytics bisa mendapati “lama waktu di halaman” dengan mengambil cap waktu dari sebuah hit pageview dan mengurangkannya dari cap waktu dari hit pageview berikutnya.
  • “Halaman per sesi” adalah rata-rata jumlah hit pageview unik yang dihasilkan oleh pengguna selama sesinya.
  • Durasi rata-rata sesi adalah rata-rata waktu dihabiskan dari hit pertama hingga hit terakhir sebelum pengguna keluar dari situs atau waktu sesinya habis.
  • Rasio pentalan dihitung dengan melihat berapa banyak pengunjung yang datang tanpa melakukan interaksi kedua untuk menghitung sesi atau waktu dalam halaman. Jika ini terjadi, tampilan halaman ini ditetapkan sebagai satu durasi sesi dan waktu di halaman adalah nol.

Ketika Analytics membuat dimensi dan metrik selama proses, dia juga menentukan cakupan dari dimensi dan metrik tadi untuk mengetahui seberapa luas pengaruhnya terhadap data.

Beberapa dimensi mungkin mengorganisir data tentang hit tunggal, sementara dimensi lainnya diterapkan ke seluruh data terhadap seluruh sesi atau pengguna individual.

Dimensi dan metrik bisa mempunyai salah satu dari tiga cakupan berikut:

  • Level hit
  • Level sesi
  • Level pengguna

Selama proses, Analytics akan menentukan cakupan mana yang bisa diterapkan pada tiap dimensi dan metrik. Anda bisa hanya memasang metrik dengan dimensi jika keduanya memiliki cakupan yang sama.

Sebagai contoh, memasangkan sebuah dimensi ‘level hit’ sebagai ‘judul halaman’ dengan sebuah metrik ‘level sesi’ sebagai “jumlah total sesi’, tidak akan masuk akal, semenjak “judul halaman’ berubah tiap kali hit, tetapi hitungan ‘sesi’ berubah dengan menyempurnakan tiap sesi.

Ketika Google Analytics menghubungkan dimensi dan metrik terhadap skala yang sama secara bersamaan untuk anda di laporan standar, anda bisa secara manual mengatur skala untuk tiap dimensi tertentu atau metrik tertentu yang telah anda buat. Anda bisa menemukan penskalaan untuk tiap dimensi dan metrik pada akhir pelajaran ini.

Ketika Google Analytics telah menentukan dimensi dan metriknya, dia menautkan data awal ini dengan ID property unik di akun anda.

Tiap pelaporan view yang anda telah buat menambah data (dengan filter dan pengaturan khusus yang telah anda buat sebelumnya) ke tabel data ‘agregat’, prosesnya dilakukan secara harian. Tabel agregat ini digunakan untuk menampilkan laporan standar di Analytics sesegera mungkin.

Tetapi anda juga bisa menghasilkan lebih banyak laporan khusus di Analytics menggunakan fitur seperti dimensi kedua atau dengan membuat sebuah Laporan Khusus. Ketika anda melakukan ini, Analytics memeriksa apakah ada tabel agregat dengan kecocokan data. Jika tabelnya belum tersedia, Analytics akan kembali ke data sesi awal untuk memproses dan membuat laporan dari awal.

Dari beberapa contoh, terdapat banyak data yang harus digabungkan dimana Analytics akan menunjukkan sebuah contoh data di laporan balasan, daripada kembali menghitung seluruh data yang telah dikumpulkan.

Bagi pengguna standar, contoh sesi mengacu pada level properti, not pada level view. Ini artinya kumpulan contoh akan ditetapkan pada level property sebelum filter level view di terapkan. Jadi, view yang memiliki filter mungkin akan memiliki sesi lebih sedikit pada contoh kalkulasi. Untuk Analytics 360 pelanggan, sampel terjadi pada level view, maka filter view tidak akan berdampak pada ukuran sampel.

Perlu dimengerti bahwa ketika data dikumpulkan dan diproses, dia tidak bisa lagi dirubah. Sebagai contoh, jika anda mengatur sebuah filter untuk mengabaikan data dalam sebuah view, data itu akan diabaikan selamanya sewaktu memproses dari laporan pada view tersebut dan tidak bisa dikembalikan lagi.

Jika Google Analytics telah selesai memprosesnya, anda bisa mengakses dan menganalisa data anda menggunakan laporan. Anda juga bisa mengakses data Analytics anda menggunakan Google Analytics Core Reporting API. Dengan API ini anda bisa membangun perangkat pelaporan tersendiri atau mengekstrak data anda langsung di alat pelaporan pihak ketiga.

Sumber:

Video : https://analytics.google.com/analytics/academy/course/7/unit/1/lesson/4

Teks : https://support.google.com/analytics/answer/7165632

 

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda