Menggunakan Keyword Planner

Keyword Planner merupakan bagian dari Adword, dan pertama kali diluncurkan pada bulan April 2013. Tool ini mengkombinasikan dua elemen dari tool keyword yang telah ada, yaitu Google Keyword Tool dan Adwords Traffic Estimator. Kelebihan dari Keyword Planner lebih terstruktur dan terintegrasi dengan Adword. Sehingga hasilnya akan berbeda dan lebih tertarget.

Pengertian Keyword Planner

Fokus dari Keyword Planner adalah mempermudah orang beriklan untuk mendapatkan atau membuat kelompok iklan agar iklan tersebut lebih tertarget dan menghasilkan trafik yang bagus bagi website. Perbedaan antara Google Keyword Tool dan Adwords Traffic Estimator adalah dua alat ini berfungsi lebih umum dan tidak terstruktur.

Mereka dapat digunakan hampir untuk semua hal berhubungan dengan internet, termasuk untuk black SEO.

Sementara dengan Keyword Planner, lebih focus membuat iklan kita lebih tertarget.

Disaat memulai membuat sebuah kampanye iklan, anda diminta untuk memilih salah satu dari tiga buah jenis iklan, yaitu:

1. Mencari Keyword dan ide grup iklan

2. Me-entry atau mengupload keyword dan mendapatkan perkiraan biaya

3. Memperbanyak daftar keyword untuk mendapatkan perkiraan biaya

Pilihan Search for Keyword and ad Group Ideas (Mencari Keyword dan Ide Grup Iklan)

Jika anda tidak mempunyai ide atau belum ada pilihan kata apa yang cocok dengan jenis produk yg diiklankan, maka pilihan pertama ini merupakan cara paling cocok untuk anda. Dengan pilihan ini kita bisa menyerahkan kepada Adword untuk memilihkan kata kunci terbaik bagi produk kita.

Setelah kita klik pilihan diatas, lantas kita dibawa ke tahap berikutnya dari Keyword Planner, dimana menyediakan kumpulan kata kunci untuk di cari dan pilih dan kemudian di tambahkan ke akun Adword anda.

Menggunakan antarmuka ini, anda akan diberikan ide-ide kata kunci agar bisa dipergunakan pada iklan anda dengan tiga metode berikut:

1. Dengan Keyword : anda bisa menuliskan sebuah kata atau kalimat yang relevan dengan tujuan iklan.

2. Landing Page : Memasukkan laman tujuan website kita atau situs competitor kemudian dia akan menscan dan menyimpulkan kata kunci yang relevan dengan laman yg telah dimasukkan tersebut.

3. Product Category: Pilihan terakhir bisa dengan memilih salah satu dari ratusan kategori kata kunci yg tersedia.

Menyaring Keyword

Fitur tambahan dari tool ini adalah anda dapat memfilter kata kunci itu semakin lebih kuat. Contohnya, kata kunci tersebut dapat difilter berdasarkan :

1. Average CPC: memasukkan atau mengeluarkan kata kunci berdasarkan Cost Per Click (biaya per klik).

2. Estimated Search Volume : memasukkan atau mengeluarkan kata kunci berdasarkan jumlah tampilan per bulan.

3. Keyword Competition : Berdasarkan perkiraan kompetisi iklan.

4. Exclude Keywords Already In Your Account : Alat ini bisa menyisihkan kata kunci yang telah dimasukkan pada akun Adword agar tidak ada tumpang tindih.

5. Filter by Keyword : anda bisa menentukan memasukkan atau mengeluarkan kata kunci dengan batasan tertentu.

Menentukan Parameter Target Pembaca

Dikarenakan pencarian keyword membutuhkan untuk menganalisa data statistic agar menentukan apakah ingin dimasukkan atau tidak keyword agar cocok dengan tujuan pemirsa anda. Oleh karena itu Google memberikan pilihan menentukan perkiraan statistic dan performan keyword sehingga mereka bisa relevan dengan iklan yg akan dijalankan. Maksudnya, anda diberikan ruang untuk menentukan parameter target seperti target bahasa, Negara dan jaringan pencarian.

Bentuk Tampilan

Tampilan dari keyword tadi bisa dalam bentuk daftar tersusun rapi atau dikelompokkan dalam masing-masing jenisnya.

Perencana Keyword

Setelah anda temukan kata kunci yang cocok dengan usaha atau website, maka kelompok kata kunci bisa ditambahkan ke “Your Plan”. Your Plan merupakan tempat sementara untuk kata kunci tertentu yang menarik dan kelompok kata kunci tersebut nantinya bisa dipergunakan dikemudian hari.

Perubahan ini sangat bagus sekali dibandingkan ketika masih menggunakan Google Keyword Tool dan Adwords Traffic Estimator secara terpisah. Dulu, kita harus mengkopi hasil dari Google Keyword Tool dan kemudian mempastekannya ke Adword Traffic Estimator. Namun sekarang sudah terintegrasi ke dalam satu bagian dan ini sangat memudahkan penggunanya.

Setelah memilih kata kunci dan menempatkannya ke Your Plan, sekarang kliklah tombol Get Estimates and Review Plan.

Memperoleh Perkiraan Biaya

Setelah di klik tombol Get Estimates and Review Plan, muncullah halaman untuk mengatur berapa harga bid dari tiap kata kunci dan berapa biaya harian dari tiap kata kunci tersebut.

Sejak volume keyword dan perkiraan biaya CPC berdasarkan bujet, bid, lokasi dan factor tingkat kompetisinya, kita perlu memberikan beberapa informasi ke Google mengenai perkiraan berapa jumlah uang yg akan kita habiskan untuk beriklan per harinya.

Contoh, jika kita masukkan biaya per bidnya Rp. 10.000 dan biaya harian yang sanggup kita bayar adalah Rp. 200.000,- kemudian klik tombol Get Detailed Estimates, kemudian Keyword Planner akan mengkalkulasikan berapa perkiraan jumlah klik, tampilan,  rata-rata tempat dimana iklan tersebut akan ditampilkan dan berapa biayanya.

Setelah difinalisasi, kita bisa mendownload hasil detil dari keyword tadi dalam berbagai format, seperti Excel atau AdWords Editor CSV.

Pilihan Enter or Upload Keyword to Get Estimates (Memasukkan atau Mengupload Daftar Kata Kunci)

Cara lain menggunakan Keyword Planner dengan membuat kata kunci kita sendiri. Kadang, ketika membuat sebuah iklan dengan menggunakan cara diatas, maka hasil yg didapat akan memuaskan, tapi terkadang juga tidak bagus bagi kampanye iklan kita. Karena kata kunci yang ditampilkan oleh tool ini tidak menggambarkan atau tidak mengena pada sasaran.

Oleh karena itu, ada pilihan lain untuk memulai iklan yaitu dengan memasukkan daftar kata kunci yg kita inginkan secara manual.

Pada Pilihan 1, kita diminta untuk memasukkan satu per satu kata kunci yang diinginkan. Sementara pada pilihan dua kita diminta memasukkan kata kunci yg telah dibuat dalam bentuk excel atau bisa anda cek format apa nan cocok dengan mengklik supported files and formats. Lantas di klik penargetan tertentu yg ingin dituju seperti lokasi targetnya dimana, kemudian berbahasa apa dan apakah hanya dilakukan melalui pencarian Google saja.

Kemudian klik tombol Get Estimates, dan keluarlah hasil perkiraan biaya berdasarkan jenis kata kunci tadi beserta perkiraan biayanya.

Pilihan Multiplying Keyword Lists Using Keyword Planner (Memperbanyak daftar keyword untuk mendapatkan perkiraan biaya)

Cara terakhir ini berguna agar kata kunci kita lebih beragam. Contohnya, mungkin anda mempunyai banyak produk dengan warna dan variasi kata dari tiap produk. Cara ini bermanfaat jika barang yg anda jual sangat beragam dengan aneka bentuk dan warna pilihan, seperti iklan untuk toko pakaian.

Anda diberi tiga kotak tempat memasukkan kata kunci. Pada kotak pertama bisa kita masukkan kata kunci berkaitan dengan warna. Kotak kedua berisi kata kunci berkaitan dengan pengguna produk tersebut seperti pria, wanita, atau anak-anak. Dan pilihan ketiga mengenai apa jenis barang yg dijual seperti jaket kulit, topi, dan sebagainya.

Setelah semua kata kunci dimasukkan, klik tombol Get Estimates, muncullah jumlah perkiraan biaya yang akan tampil seperti dua pilihan di atas.

Kesimpulan

Tool Keyword Planner mendukung berbagai macam cara untuk membangun grup iklan dan juga memudahkan kita menentukan bagaimana cara beriklan. Dengan tujuan akhir agar memudahkan si pengguna memaksimalkan fitur-fitur yg ada sehingga iklan tersebut dapat mencapai target si pengiklan. Silakan anda bereksperimen menentukan dengan menggunakan ketiga cara diatas agar mendapatkan hasil maksimal dari iklan anda.

Selamat beriklan.

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda