Mengelompokkan Data Menjadi Pengguna dan Sesi

Advanced 1 2

Ketika kode pelacak mengirim data melalui hit, Google Analytics menambahkan informasi pengguna. Dia bisa mengenali dan kemudian memproses data menjadi laporan. Sangat penting untuk mengetahui bagaimana data di proses agar bisa memilih data apa saja yang ingin dikumpulkan melalui Analytics.

Mari kita lihat pada beberapa langkah pertama sewaktu Google Analytics memproses sebuah data.

  • Pertama, Analytics menentukan pengguna baru atau pengguna berulang.
  • Kemudian dia mengelompokkan hit menjadi sesi (atau periode waktu sewaktu pengguna berada di situs).
  • Kemudian, menggabungkan data dari kode pelacak dengan sumber data lainnya.

Pengguna Baru vs. Berulang

Pada langkah pertama, Google Analytics akan membedakan pengguna lama dan baru. Ketika seorang pengguna mengunjungi sebuah halaman melalui kode pelacakan, Google Analytics membuat sebuah ID random dan unik yang berkaitan dengan cookie di browser pengguna. Analytics memilah tiap ID unik tadi menjadi pengguna unik. Tiap kali sebuah ID baru terdeteksi, Analytics menghitungnya sebagai “pengguna baru” dan mengirimkannya melalui hit. Ketika Analytics mendeteksi sebuah ID yang telah terdeteksi sebelumnya, dia akan mengirim nilainya sebagai “pengguna berulang” melalui hit.

Ada beberapa batasan untuk diperhatikan tentang membedakan para pengguna. Sejak Analytics menggunakan sebuah cookie di browser untuk mengenali pengguna unik berdasarkan sesi, informasi ini bisa hilang jika seorang pengguna membersihkan atau memblok cookie di web browser mereka. Jika seorang pengguna membersihkan cookie browsernya, Google Analytics akan mengenalnya dengan ID unik baru sewaktu pertama kali browser tadi membuka halaman web yang telah di beri kode pelacak. Analytics kemudian akan menghitungnya sebagai pengguna baru.

Google analytics bisa mengenali pengguna walau sesinya berulang-ulang, selama sesi tersebut dilakukan dengan browser yang sama dan di perangkat itu juga. Analytics tidak mengenali pengguna yang mengunjungi situs dari perangkat berbeda secara standar dan akan menghitung tiap perangkat sebagai pengunjung unik. Jika anda ingin melacak seorang pengunjung yang menggunakan perangkat berbeda, anda harus menggunakan fitur ID pengguna. Fitur ini akan dibahas kemudian.

Pengertian Sesi

Kemudian, untuk mengerti mengenai tingkat interaksi pengguna dengan sebuah situs, Google Analytics mengelompokkan hit pengguna berdasarkan kapan mereka berinteraksi. Untuk mengukur periode ini, Analytics menggunakan sebuah metrik bernama “sesi”.

Ingat, bahwa di sebuah situs, suatu sesi dimulai ketika seorang pengguna menavigasi ke sebuah halaman, dimana terdapat kode pelacakan Google Analytics disana dan menghasilkan sebuah hit “pageview” (tampilan halaman). Sesi ini akan berakhir setelah 30 menit jika tidak ada hit tambahan lainnya. Jika seorang pengguna kembali ke halaman tadi setelah sebuah sesi berakhir, maka Google Analytics akan melacaknya sebagai sesi baru.

Mari kita lihat beberapa kesimpulan berikut tentang bagaimana hit di susun ke dalam sesi.

Sebagai contoh pertama, jika seorang pengunjung mengunjungi halaman utama Toko Google Merchandise dan kemudian langsung keluar tanpa mengklik apapun di sana, Google Analytics akan mencatatnya sebagai satu “pageview” hit terhadap pengunjung tersebut dalam satu sesi.

Tetapi mari kita lihat pada contoh kedua. Ketika seorang pengguna mengunjungi homepage pada toko Google Merchandise. Sesi dimulai dengan sebuah hit di “pageview”. Kemudian dia mengklik tombol play untuk melihat video yang kemudian di lacak dengan pelacakan kegiatan. Pemicu ini merupakan hit “event”. Google Analytics akan mencatatnya sebagai dua buah hit bagi pengunjung itu dalam satu sesi, yaitu hit untuk “pageview” karena telah mengunjungi halaman utama, dan hit “event” karena telah mengklik tombol “play”.

Pada contoh ketiga, seorang pengunjung mengunjungi toko dan masuk ke halaman utama. Dia kemudian membuka sebuah tab baru di browser untuk melihat situs lain dan dia menghabiskan lebih dari 30 menit di situs lain tersebut. Kemudian dia kembali membuka tab dimana toko Google Merchandise tadi terbuka dan kemudian mengklik tombol “play” untuk menonton video. Maka Google Analytics akan mencatatnya sebagai dua sesi berbeda terhadap pengguna tadi.

Sesi pertama dimasukkan sebagai hit “pageview” dan sesi kedua sebagai hit “event” karena sesi pertama telah mencapai limit waktu yaitu 30 menit sewaktu dia membuka tab satunya lagi untuk melihat situs lain.

Secara standar, lamanya sebuah sesi dicatat selama tiga puluh menit, tetapi anda bisa merubah aturan ini pada konfigurasi untuk menyesuaikan dengan kebiasaan pengguna di situs anda. Sebagai contoh, sebuah situs dengan tujuan agar seorang pengguna menonton video dimana videonya cukup lama atau lebih dari tiga puluh menit, maka anda bisa merubah jangka waktu sesi tersebut agar disesuaikan dengan rata-rata pengunjung menonton video di situs. Caranya dengan mengklik tautan pada akhir pelajaran ini untuk melihat petunjuk bagaimana caranya merubah lamanya sebuah sesi.

Setelah data Google Analytics diatur berdasarkan sesi, dia akan bisa menghitung jumlah metrik yang akan muncul pada laporan dalam bentuk sesi, halaman per sesi, lamanya waktu rata-rata per sesi dan rasio pentalan.

Menghubungkan Data Google Analytics Dengan Sumber Lain

Pada langkah ketiga, Google Analytics akan menggabungkan data yang telah terkumpul oleh kode pelacakan dengan sumber lain yang telah ditentukan sebelumnya. Ada dua cara untuk menambahkan data dari sistem lain yaitu menggunakan protokol pengukuran dan menghubungkannya dengan akun Google lainnya.

Protokol pengukuran berguna untuk mengirimkan data dari perangkat lain yang terhubung dengan internet seperti sistem point-of-sale atau toko online ke Google Analytics. Tidak sama dengan kode pelacakan yang mengirimkan hit secara otomatis, jika anda ingin mengumpulkan data dari sistem di luar Google, anda harus mengaturnya secara manual pada string URL.

Protokol pengukuran menentukan bagaimana susunan hit anda menggunakan ID pelacakan tertentu dan mengirim hit tadi ke akun Google Analytics. Anda bisa menemukan informasi tentang protokol pengukuran ini pada dokumen Analytics Developer, dan tautannya terdapat pada akhir halaman pelajaran ini.

Google Analytics juga bisa menghubungkan data dari alat pemasaran Google lainnya seperti AdWords, AdSense, atau mesin pencarinya.

Sehingga anda dapat memperoleh informasi tambahan seperti jumlah klik iklan anda melalui jaringan AdWords, jumlah iklan tampil, dan biaya. Semuanya akan tampil pada akun Analytics anda.

Inilah ketiga langkah yang dilakukan oleh Analytics ketika memproses sebuah data. Silakan tonton video berikutnya untuk melihat bagaimana Analytics menyelesaikan data.

 

Sumber:

Video : https://analytics.google.com/analytics/academy/course/7/unit/1/lesson/2

Teks : https://support.google.com/analytics/answer/7165557

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda