Mengelola Beberapa Akun atau Properti

Advanced 2 1

Ada beberapa cara berbeda dalam mengelola akun Analytics, properti dan view, tergantung bagaimana bisnis anda dijalankan.

Bagi kebanyakan perusahaan, akun Google Analytics mereka sangat polos sekali. Mereka biasanya hanya memiliki satu akun, satu properti yang terhubung di dalam akun tersebut, dan kami merekomendasikan paling tidak memiliki tiga buah view, yaitu view “Raw Data” (data mentah), “test”, dan “Master”.

Akun

Tetapi semuanya tergantung pada tujuan dan seberapa kompleks perusahaan yang sedang anda kelola, anda mungkin membutuhkan beberapa akun, beberapa properti atau beberapa tambahan view. Sebagai contoh, jika anda bergerak di bidang agen pemasaran dan sedang mengelola beberapa perusahaan, anda bisa membuat akun Google Analytics berbeda untuk masing-masing perusahaan tersebut.

Ketika anda membuat sebuah akun di Google Analytics, akun tersebut diberikan sebuah ID unik. Anda bisa melihat ID ini pada kode pelacakan Analytics. Kode unik ini berguna agar kode pelacakan bisa mengetahui ke akun mana dia harus mengantarkan hit yang telah dia kumpulkan. Satu ID ini bisa digunakan untuk beberapa buah akun berbeda. Anda cukup memilih akun mana saja yang terhubung dengan emailnya dengan memilih menu akun di sesi Admin.

Properti

Sama juga dengan Akun, agar laporan anda lebih sesuai dengan bisnis, anda bisa memiliki beberapa properti di tiap akun Analytics.

Sebagai contoh, Google Merchandise Store mungkin ingin menyimpan data dari website mereka dan data dari aplikasi mobile pada properti berbeda, sehingga mereka bisa menganalisa masing-masing data secara mandiri. Kami merekomendasikan untuk melacak tiap website, aplikasi mobile atau perangkat dalam properti berbeda.

Jika anda memiliki dua situs yang saling terhubung dimana URL atau subdomainnya berbeda dan anda ingin melacak pada satu properti, anda bisa mengaturnya dengan fitur yang disebut dengan “cross-domain tracking”. Cross domain tracking bisa mengenali ketika seorang pengguna menavigasi antara kedua website saling terhubung tadi pada satu sesi. Ini juga dikenal sebagai “site linking” Untuk menset cross-domain tracking, anda harus memodifikasi kode pelacakan Analytics di tiap halaman situs yang ingin dilacak. Google Tag Manager bisa membuat pembaruan kode ini dengan lebih mudah.

Google Analytics 360 Customer memiliki cara lain untuk mengumpulkan data antar domain ini. Silakan gunakan fitur bernama “rollup reporting”, anda bisa mengumpulkan data secara otomatis dari beberapa properti dan mengkombinasikannya di properti lainnya.

Sebagai contoh, jika Google Merchandise Store ingin menggunakan satu properti untuk melacak situs mereka dan properti lainnya melacak aplikasi mobilenya, dia juga bisa membuat properti ketiga untuk mengumpulkan data dari kedua properti tadi agar bisa menggabungkan data dari kedua properti tadi untuk menganalisa datanya secara bersamaan. Dengan demikian Analytics 369 memberikan pilihan kepada penggunanya untuk mengkombinasikan data dari dua atau lebih properti berbeda.

Cuma, properti roll-up tidak memasukkan data yang anda impor atau tautan dari akun lain – seperti Google AdWords. Jika anda ingin menghubungkan data dari sumber properti lain ke properti roll-up, anda harus menautkan ulang properti roll-up dengan akun yang telah saling terhubung tadi.

Demikian juga ketika pengguna diidentifikasi dengan Client ID yang sama walau berasal dari sumber properti berbeda, data sesi untuk pengguna seperti ini biasanya digabungkan; sementara, data sesinya tetap dipisah. Untuk informasi lebih dalam terhadap pelaporan roll-up, silakan kunjungi tautan pada akhir sesi pelajaran ini.

Sama juga dengan akun, properti juga memiliki ID properti unik tersendiri yang ditambahkan ke ID Analytics. Dengan ini dia menyampaikan ke Analytics hit mana yang terhubung dengan properti. Anda bisa menukar beberapa properti dari tab Admin menggunakan menu pulldown Property di bagian tengah.

Jika anda menggunakan Analytics untuk mengatur beberapa situs, ada beberapa hal yang perlu diingat. Tiap akun Analytics bisa memiliki hingga 50 buah properti dan tiap properti dapat ditambahkan hingga 25 view.

Ijin Pengguna

Anda dapat memberikan izin pengguna pada level akun, properti atau view. Ijin view bisa membantu untuk memisahkan siapa saja yang boleh mengakses data khusus di Analytics.

Sebagai contoh, katakanlah anda merupakan administrator situs dengan beberapa sub direktori di sebuah perusahaan yang memiliki beberapa bagian bidang di perusahaan. Anda bisa membuat view berbeda untuk tiap bagian di perusahaan menggunakan filter dan kemudian memberikan akses ke tiap view dari anggota bagian perusahaan.

Untuk menavigasi ke view berbeda, pada bagian Admin pergunakan menu selektor View di bagian kanan.

Google Merchandise Store merupakan bisnis ecommerce kelas menengah. Mereka menggunakan sebuah akun, sebuah properti dan tiga jenis view, yaitu data mentah, testing dan produksi.

Tetapi anda harus memutuskan bagaimana bentuk akun, properti dan view berdasarkan kebutuhan individual perusahaan.

 

Sumber:

Video : https://analytics.google.com/analytics/academy/course/7/unit/2/lesson/1

Teks : https://support.google.com/analytics/answer/7165242

 

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda