Mengatur Filter Tingkat Lanjut di Views

Advanced 2 2

Menambahkan filter lanjutan ke view akan lebih memperbaiki data yang anda kumpulkan dan bahkan merubah bagaimana bentuk data tersebut tampil di laporan.

Filter akan membantu memperbaiki data dan membuatnya lebih mudah terbaca di laporan. Sebagai contoh, anda bisa menggunakan sebuah filter untuk melacak aktifitas pada direktori tertentu di website atau melacak subdomain di website dengan view khusus untuk subdomain tersebut. Ada dua jenis filter yaitu : filter “standar” dan “khusus”.

Filter Standar

Filter standar telah dibuat otomatis oleh Google Analytics, anda hanya perlu memilih filter mana yang ingin dipakai. Dengan demikian anda bisa memasukkan atau mengeluarkan basis data pada trafik dari domain ISP, alamat IP, subdirektori, atau hostname, dan menandai bagaimana filter tersebut akan cocok.

Filter Khusus

Dengan filter khusus anda bisa memasukkan atau mengeluarkan hit dari kumpulan data, mengatur data ke huruf kecil atau huruf besar, pencarian dan mengganti data yang dikumpulkan dalam hit. Filter khusus menyempurnakannya dengan mencocokkan filter khusus sesuai dengan keinginan anda.

Memasukkan Filter

Sebagai contoh, andaikan bisnis anda lebih menyasar ke pengguna perangkat bergerak dan hanya ingin menganalisa trafik berasal dari perangkat bergerak pada view tertentu. Anda bisa mengatur sebuah filter yang “include-only” pada view untuk Kategori Perangkat dan mengatur sebuah nilai terhadap “Mobile”. Filter akan terlihat pada kriteria khusus dan mencocokkannya terhadap hit yang relevan yang dikumpulkan oleh Google Analytics untuk view tersebut. Jika filter tidak cocok dengan kriteria tadi, filter tidak akan menerapkannya ke data tersebut.

Sama juga, anda mungkin ingin hanya menampilkan data untuk kampanye iklan tertentu di sebuah view. Anda bisa mengatur sebuah filter khusus untuk memasukkan hanya data dari kampanye iklan dengan menamainya sesuai nama kampanye iklan tersebut atau menuliskan parameter yang telah ditentukan. Menggunakan izin view, anda kemudian bisa membagikan data kampanye ini dengan rekanan.

Mengeluarkan Filter

Jika ada data yang tidak ingin dimasukkan ke dalam laporan seperti trafik berasal dari pencarian berbayar (atau CPC), anda bisa menset sebuah filter “exclude” khusus yang akan mengeluarkan seluruh trafik yang berasal dari trafik berbayar tadi.

Filter Huruf Kecil dan Besar

Anda juga bisa menggunakan filter untuk menormalisir data di laporan agar menggunakannya lebih mudah. Data Google Analytics tidaklah sensitif terhadap huruf besar dan kecil, sehingga pada laporan Seluruh Halaman akan muncul URL yang sama berulang kali.

Anda bisa menggabungkan baris yang berbeda disebabkan oleh huruf besar dan kecil ini, dengan menggunakan filter huruf besar dan huruf kecil (Lowercase or Uppercase). Filter ini akan memaksa seluruh hurufnya untuk terlihat sama, apakah huruf kecil semua atau huruf besar semuanya, dengan demikian akan mengeliminasi data duplikat.

Ini bisa menyatukan halaman laporan dan membuat data di laporan tersebut menjadi lebih teratur.

Filter Lanjutan

Tambahan terhadap filter memasukkan, mengeluarkan dan huruf besar kecil, ada lagi filter lanjutan yang berguna untuk membuang, mengganti dan menggabungkan bagian filter untuk cara yang lebih kompleks dengan menggunakan apa yang disebut dengan “regular expressions”. Regular expressions (atau reg ex) merupakan karakter yang bisa anda gunakan untuk mencocokkan teks untuk memicu sebuah tindakan. Sebuah regex dasar di sebuah filter bisa berbentuk kata sederhana atau lebih kompleksnya berbentuk kombinasi dari karakter.

Katakanlah Toko Google Merchandise ingin menset sebuah view dengan sebuah filter untuk melihat seluruh kata kunci yang digunakan oleh pengguna di website untuk boneka Android (Android dolls). Dikarenakan pengguna mungkin mencari dengan variasi kata seperti “Android plush doll” atau “Android stuffed doll”, kita bisa membuat sebuah regular expression yang mengidentifikasi tiap variasi tersebut.

Kita bisa menambahkan sebuah filter lanjutan dengan sebuah regular expression yang mengenali tiap kueri mesin pencari yang berisi kata-kata “android” dan “doll”. Ini hanya sebuah contoh dasar, tetapi anda bisa menggunakan regex untuk mencari kata kunci atau kueri yang lebih khusus untuk diterapkan pada filter anda.

Sebagai contoh, jika anda memiliki parameter kueri teknis untuk URL di website, anda mungkin memiliki halaman identik dengan alamat berbeda.

Dikarenakan tiap URL berbeda, halaman ini akan muncul beberapa kali di laporan anda. Tetapi karena halamannya sama, akan masuk akal untuk memfilter parameter kueri, maka dia tidak akan muncul berulangkali di sebuah laporan.

Anda bisa memasukkan sebuah regular expression yang mengenali bagian utama URL sebelum parameter kueri, masukkan regex ini dalam sebuah variabel, dan tulis ulang di seluruh URL dengan variabel tersebut. Ini akan merender halaman URL yang sama tersebut di laporan.

Untuk bisnis yang mengumpulkan data untuk beberapa domain, hal ini akan susah untuk membedakan nama halaman di Google Analytics. Pada laporan “All Pages”, “googlestoreamerica/index.axd” dan “googlestoreeurope/index.axd” akan ditampilkan sebagai “index.axd” saja.

Anda bisa menggunakan sebuah regex untuk menambahkan hostname di Analytics sehingga anda bisa membedakan antar beberapa domain. Untuk mempelajari tentang regular expression, silakan kunjungi sumber daya kami di akhir pelajaran ini.

Sebuah filter, sama juga dengan seluruh konfigurasi, tidak akan berlaku surut terhadap data. Dia hanya akan diterapkan ketika anda membuatnya dan baru akan menampilkan hasilnya setelah 24 jam setelah di terapkan.

Jangan lupa pula bahwa perintah yang anda terapkan ke filter sangat penting. Tiap filter akan melewati data yang telah terfilter ke filter berikutnya secara berurutan, oleh karenanya anda harus berhati-hati dalam menerapkan filter ini.

Anda bisa menyetel perintah di filter dengan masuk ke “Admin” dan memilih “Filter”, kemudian pilih “Assign Filter Order”.

Anda bisa menggunakan filter terhadap beberapa view, tetapi hati-hati. Jika anda mengedit filter, perubahan tersebut akan diterapkan terhadap seluruh view berbeda dimana anda telah menerapkan filter tadi.

Setelah anda mengatur konfigurasinya, Google Analytics memproses data dengan memeriksa tiap hit dibandingkan dengan filter anda. Jika sebuah hit cocok dengan logika di filter, maka filter tersebut akan diterapkan pada hit tadi.

Selalulah untuk mentes filter anda pada view khusus yaitu view “test” sebelum menerapkannya pada view “master”. Juga pastikan untuk mentes filter anda pada laporan real-time untuk memastikan filter tadi telah berfungsi dengan semestinya karena filter ini membutuhkan waktu untuk dapat memfilter seluruh data anda.

 

Sumber:

Video : https://analytics.google.com/analytics/academy/course/7/unit/2/lesson/2

Teks : https://support.google.com/analytics/answer/7165563

 

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda