Kesalahan Saat Memulai Membuat Blog

Banyak beranggapan bahwa membuat blog merupakan persoalan sepele. Bahkan saking meremehkan ada yang mengatakan anak kecil saja bisa bikin blog. Sebenarnya, sewaktu terjun langsung mengelola sebuah blog dan mulai menulis, barulah terasa bahwa ternyata lebih susah dibandingkan saat mengucapkannya. Sama seperti saat baru mulai masuk kerja, tidak tahu apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Kondisi seperti ini tidak menjadi masalah. Keadaan itu biasa terjadi terhadap siapa saja yang baru memulai membangun blog. Namun akan lebih gampang jika anda mengetahui apa yang akan terjadi dikemudian hari. Itulah sebabnya tulisan ini perlu anda baca agar blog yang sedang anda kembangkan tidak melakukan kesalahan yang sering dilakukan sewaktu memulai membangun sebuah blog dan bagaimana menghindarinya.

  1. Ide Bermunculan Dimana Saja dan Kapan Saja

Ketika memulai membangun blog, ide atau gagasan akan datang di mana dan kapan saja, bisa saja sewaktu mandi, sedang menelpon, dan sebagainya. Walau ide itu bisa datang di saat tidak terduga, ide itu sendiri harusnya tidaklah random. Walau ide tersebut sangat bagus, tetapi tidak berarti akan cocok untuk tema blog. Tulisan itu harusnya dapat mencakup tujuan blog secara umum.

Alasan membangun blog adalah memajukan perusahaan, makanya seluruh tulisan di blog harus dapat membantu tujuan utama anda sebagai penulis blog. Postingannya haruslah dapat menyelesaikan permasalahan atau dapat memberikan petunjuk terhadap kebutuhan pembaca dan menjawab kesulitan-kesulitan mereka.

  1. Gaya Penulisan Terlalu Kaku

Menulis di blog sangat berbeda caranya dibandingkan dengan cara penulisan lain. Tetapi sewaktu pemilik blog memulai menulis, mereka biasanya minim pengalaman. Masalahnya adalah gaya tulisan mereka terlalu kaku dan tidak enak dibaca.

Jujur saja, kebanyakan orang yang melihat sebuah postingan tidak akan membaca seluruh tulisan yang ada. Jika anda ingin membuat mereka tertarik, anda harus mendorong mereka untuk tetap membaca dengan gaya bahasa menarik yaitu tulislah seperti anda sedang bercakap-cakap.

Tidak masalah jika tulisan itu seperti sedang bercakap-cakap. Semakin menarik tulisan itu akan semakin suka orang untuk membacanya. Orang ingin berbisnis dengan real people, bukan dengan mesin. Oleh karena itu, bebaskan diri anda ketika menulis, jangan hiraukan tata bahasa, pergunakan jargon dan buatlah seenak mungkin sebab begitulah caranya orang berbicara dan seperti itu pulalah mereka lebih menyukai membacanya.

  1. Mereka tidak Peduli Kepada Penulis Blog, Tetapi Isi Tulisan

Pernyataan bahwa tidak ada yang peduli kepada anda sebagai seorang penulis memang terdengar sangat kasar, tetapi mau apa lagi, memang itu kenyataannya. Ketika seseorang memulai blogging, mereka biasanya berfikir bahwa pembaca mereka akan sangat tertarik terhadap cerita yang mereka sampaikan dan kesukaan pribadinya. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Hal ini terjadi karena anda baru saja memulai, tentu tidak akan ada yang tertarik dengan anda sebagai pemiliki blog dan bagaimana pengalaman atau keahlian anda sebagai penulis. Orang akan peduli tentang apa yang anda tulis, apakah tulisan tersebut berbobot atau berguna bagi mereka.

Walaupun mereka tidak mengenal anda secara personal, anda bisa memasukkan pesona diri anda di dalam semua tulisan yang telah dibuat agar mereka merasa lebih nyaman dengan anda. Bagaimana caranya, tentu itu terserah dengan anda. Sebagian lebih menyukai tulisan dalam bentuk candaan, sebagian lebih suka jika tulisan itu memiliki data atau referensi lengkap, dan sebagian lagi dari gaya bahasa atau tata bahasa tulisan. Tetapi yang penting jadilah diri sendiri.

Untuk memperlihatkan pesona diri anda ke dalam tulisan, cobalah cari cara agar bisa terhubung dengan para pembaca melalui tulisan tersebut, kemudian tulislah bagaikan anda sedang bicara santai dan sedang melakukan chatting. Penekanan tulisan lebih bersifat personal, lebih menyentuh dan lebih menarik seperti anda sedang melakukan percakapan langsung.

  1. Topik Tulisan Terlalu Melebar

Ketika memulai blogging, biasanya orang baru membuat blog ingin membuat tulisan dengan topik yang sangat luas, seperti:

  1. Cara Melakukan Pemasaran di Media Sosial
  2. Cara Berbisnis yang Efisien
  3. Cara Dapat Uang Dari Internet, dan sebagainya.

Topik seperti di atas terlalu lebar, karena kalau tulisan seperti di atas, terdapat banyak detil dan perbedaan dalam topik tadi karena akan sangat susah untuk menjelaskannya. Tambahan lagi, dengan topik yang lebih menditail target pembacanya akan lebih tertarget, lebih berkualitas dan lebih meningkatkan jumlah pembaca.

  1. Kala Ada Ide, Langsung Ditulis

Terkadang ketika anda memperoleh sebuah ide menarik, saat itu terasa ingin mencurahkan semuanya dalam bentuk tulisan. Tetapi kenyataannya, tulisan itu hanya bagian kecil dari blog. Ini bisa terjadi karena gaya menulis biasa terkadang tidak cocok untuk tulisan di blog. Sebagian besar pembaca hanya akan menscan postingan di blog. Mereka tidak benar-benar membaca seluruh isi tulisan. Untuk itu tulisan di blog harus terorganisir dengan sangat baik agar pembaca mau membaca tulisan anda sampai habis.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih tipe postingan blog yang akan ditulis. Pilihlah salah satu tipe blog, kemudian buatlah sebuah outline.

Menulis sebuah outline akan dapat membuat perubahan besar terhadap blog anda. Ini merupakan fondasi dasar untuk sebuah blog. Jika anda telah mengorganisir outlinenya dengan baik, langkah selanjutnya akan menjadi lebih mudah.

Untuk menulis outline postingan blog, pertama sekali harus membuat sebuah daftar tentang apa saja yang ingin anda sampaikan kepada pembaca. Kemudian, tulisan itu dibagi-bagi dalam beberapa bagian besar menjadi sub bagian. Sub bagian ini berisi beberapa paragraf. Sub bagian inipun bisa anda pisah lagi menjadi bagian-bagian kecil yang menjadi pemisah diantara sub topiknya. Demikian seterusnya sepanjang diperlukan.

  1. Tidak Menyertakan Data Sebagai Bukti Kuat

Anggaplah saya sedang menulis di blog tentang kenapa pelaku bisnis harus menggunakan Instagram untuk melancarkan promosinya. Nah, ketika saya membuat sebuah argumen tentang menggunakan Instagram untuk bisnis, coba bandingkan dua kalimat berikut, mana yang lebih baik.

  1. Sekarang ini semakin banyak orang menggunakan Instagram.
  2. Pengguna Instagram jauh lebih pesat pertumbuhannya dibandingkan media sosial lainnya di dunia. Instagram tingkat pertumbuhannya lebih dari 15% tahun ini, dibandingkan dengan media sosial lain yang mana pertumbuhannya hanya sekitar 3% saja.

Di poin b, tentu akan lebih meyakinkan karena menyertakan data dan hasil riset. Sebagai tenaga pemasaran, anda tidak hanya ingin meyakinkan orang agar percaya terhadap apa yang disampaikan, tetapi juga menginginkan mereka untuk melakukan sebuah tindakan. Konten yang memiliki data yang cukup akan lebih menarik perhatian dibandingkan jika tidak disertai bukti kuat.

Dalam tulisan yang bagus, anda harus menawarkan argumen utama, menyampaikan bukti-bukti, dan kemudian diakhiri dengan memberikan sebuah kesimpulan yang dapat meyakinkan mereka. Anda bisa menggunakan data di postingan blog untuk memperkenalkan argumen utama tadi dan menunjukkan kenapa data tersebut relevan bagi pembaca anda, atau sebagai bukti pendukung terhadap argumen tadi di bagian isi tulisan.

Sebagai referensi, data-data tadi dapat anda ambil dari situs terpercaya seperti research.hubspot.com, Pewresearch.com, Marketingsherpa.com dan sumber lainnya.

  1. Plagiat

Praktek plagiat dimanapun tidak akan bisa diterima. Begitu juga dengan tulisan di blog manapun. Tetapi dengan berbagai alasan, sebagian penulis blog pemula melakukan praktek plagiat ini dengan mengcopy dan mempastekannya ke blog.

Jika anda selama ini mempraktekkan teknik copy paste ini, sekarang saatnya untuk berhenti melakukannya, karena dengan praktek ini, tulisan anda tidak akan mencerminkan diri anda. Apalagi jika anda kedapatan oleh yang punya postingan, anda bisa dilaporkan ke pihak berwenang seperti mesin pencari, DMCA dan lain sebagainya. Akibatnya blog anda akan tidak muncul di mesin pencari atau lebih parahnya, blog anda tidak bisa diakses.

Jika memang harus mengambil konten dari orang lain (tapi tidak seluruhnya), sebaiknya sertakan sumbernya.

  1. Tidak Memeriksa Kembali

Kebanyakan orang melakukan kesalahan ini, yaitu tidak memeriksa ulang tulisannya ketika telah selesai ditulis. Walaupun menurut pendapat anda tulisan tersebut sudah sempurna, tetapi anda masih harus memeriksanya kembali. Barangkali ada potongan-potongan kecil masih tertinggal di sana sini.

Semua penulis harus memeriksa ulang hasil karyanya, walaupun anda seorang penulis berpengalaman. Biasanya, hasil tulisan tadi tidak seluruhnya bagus, barangkali masih ada tambahan. Untuk itu luangkanlah waktu untuk memeriksanya kembali. Barangkali mungkin ada salah penulisan, kalimat ambigu dan sebagainya. Selalu pastikan alur cerita berjalan lancar.

  1. Perfeksionis

Tiap tulisan tidak akan pernah sempurna. Memang benar, bahwa selalu ada cara atau tambahan agar tulisan tersebut menjadi lebih baik, seperti tambahan gambar, phrasenya lebih bagus, tambahan sedikit joke dan sebagainya. Tapi, sebagai penulis profesional, anda harus tahu kapan berhenti terobsesi dan mempublikasikan tulisannya.

Ada saatnya anda berhenti mencapai kesempurnaan, karena anda tidak akan pernah mencapai kesempurnaan kapanpun. Jadi, dunia tidak akan kiamat kalau di dalam tulisan tersebut terdapat beberapa kesalahan, apalagi kesalahan yang tidak menjadi inti masalah dalam tulisan. Seperti salah hitung, kesalahan tulisan dan sebagainya. Jika ditemukan kesalahan, cukup dengan mengeditnya sambil jalan.

  1. Tidak Konsisten Memposting

Sekarang ini, barangkali anda pernah dengar bahwa semakin sering anda menulis dan memposting di blog, semakin banyak trafik ke situs dan demikian juga dengan subscriber akan meningkat. Tetapi ada yang lebih penting dari pada jumlah, yaitu konsistensi. Ketika anda telah mulai membuat blog, anda harus mulai disiplin untuk mematuhi aturan yang telah anda buat sendiri. Jika anda berkomitmen untuk memposting lima buah tulisan tiap minggu dan ternyata makin hari makin sedikit jumlah postingan, ini artinya anda tidak konsisten terhadap komitmen yang telah dibuat tadi. Dengan tidak konsisten, anda akan membingungkan pelanggan.

Jika anda bisa memposting secara konsisten, nanti akan ada bayarannya, yaitu trafik akan semakin bertambah dari hari ke hari.

Agar bisa tetap konsisten, anda harus membuat perencanaan yang kongkrit dan bisa dilaksanakan seperti sebuah time skedul. Gunakan perencanaan tadi menjadi kebiasaan dalam merencanakan mempublikasikan postingan, mempublikasikan secara konsisten dan bahkan buatlah tulisan terlebih dahulu dan jadwalkan mempublikasikannya dengan menggunakan layanan yang ada pada platform blog anda jika ada pekerjaan offline yang tidak bisa dihindari.

  1. Terlalu Awal Menilai Analitik Blog

Semua blogger bertanggung jawab terhadap seluruh kesalahan yang terjadi pada blognya masing-masing. Akan sulit menilai apakah tulisan atau blog anda berhasil atau tidak jika anda terlalu awal menilai analisis trafik.

Ketika seseorang baru saja memulai blognya, biasanya tidak akan menghasilkan banyak trafik dalam beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Kebanyakan dari mereka akan langsung merasa frustrasi dan berfikir bahwa mereka telah gagal dan berhenti blogging.

Untuk mengatasi rasa frustrasi tadi, jangan terlalu sering melihat pergerakan trafik blog. Mulailah lihat pada potensi kumulatif dari trafik organik. Berilah sedikit ruang waktu bagi blog anda, terutama jika blognya baru. Untuk membantu meningkatkan trafik dalam jangka waktu lama, pastikan anda membuat tulisan yang relevansinya tidak akan lekang oleh waktu. Postingan ini disebut evergreen. Sifat postingan evergreen adalah dia akan tetap relevan dari masa ke masa walau tanpa perbaikan atau update, mempunyai nilai tambah dan berkualitas tinggi.

Jika anda selalu membuat bentuk postingan yang evergreen ini dan membangun otoritas di mesin pencari, maka seluruh tulisan anda akan bisa tampil di halaman pertama mesin pencari dan akan meningkatkan persentase trafik bagi blog.

Yang perlu anda lakukan hanyalah melakukan perubahan cara pandang. Dari pada memperhatikan atau menganalisa trafik harian, lebih baik kumulatifkan trafik tadi dalam suatu rentang waktu tertentu dan lihat bagaimana perkembangannya.

  1. Tidak Membangun Subscriber Dari Awal

Sebenarnya blogging ini tidak hanya tentang bagaimana memperoleh pengunjung ke blog. Salah satu keuntungan terbesar dari blogging adalah dia dapat membantu anda untuk membangun subscriber. Dengan demikian anda akan lebih mudah membagikan konten terbaru dengan pelanggan anda. Tiap kali anda mempublikasikan postingan baru, maka subscriber anda akan memberi trafik tersendiri karena mereka memperoleh pemberitahuan langsung ke email mereka. Dengan membangun subscriber ini merupakan rahasia keberhasilan jangka panjang bagi semua blogger.

Kesalahan paling umum dari seorang blogger lainnya:

  1. 10 Kesalahan Sewaktu Membangun Link Building
  2. 6 Kesalahan Blogger Pemula Dari Sudut Pandang SEO
  3. 10 Penyebab Kegagalan Seorang Blogger

Penutup

Jangan pernah takut untuk membuat kesalahan karena semakin sering anda menulis, biasanya akan semakin bagus hasil tulisan tersebut, dan akhirnya akan memperoleh keuntungan berupa trafik dan kepercayaan orang di dunia sana terhadap anda.

Saya berharap tulisan ini bisa dimanfaatkan sebagai penambah bahan bakar bagi semangat anda untuk terus menulis dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.

Dan jika anda merasa ada kekurangan di tulisan ini, akan sangat berarti sekali seandainya anda sampaikan di kolom komentar demi perbaikan di masa mendatang karena tulisan ini pun masih jauh dari sempurna.

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

One thought on “Kesalahan Saat Memulai Membuat Blog

  1. tapi sekarang sangat sulit untuk menulis, entah bagaimana mengawali

Silakan sampaikan komentar Anda