Cara Menulis Berkualitas di Blog

Jika anda berniat menjadi blogger dan menjadikan kegiatan blogging sumber penghasil uang, atau menjadi bisnis online bagi anda, maka menulis merupakan syarat utama yang harus anda kuasai. Tulisan di blog harus dapat menduduki posisi pertama di hasil pencarian, minimal tampil di halaman pertama Google. Untuk itu anda harus bisa membuat sebuah tulisan dengan kualitas sangat bagus.

Tulisan berkualitas harus mencakup seluruh aspek pembahasan dan menjelaskan sejelas-jelasnya tentang apa yang ingin anda sampaikan. Disamping itu tulisan itupun harus tidak lekang oleh waktu, artinya bisa berguna sepanjang masa dan bisa menjadi viral di dunia maya.

Untuk itulah tulisan ini dibuat, bagi anda blogger pemula, cara menulis blog yang menghasilkan uang online.

Berikut langkah-langkah untuk membuat tulisan berkualitas tersebut.

1. Ciri-ciri Tulisan Berkualitas

Tahun 2015, salah satu situs terkenal yaitu BuzzSumo, telah menganalisa 100 juta tulisan di internet yang telah menjadi viral. Kesimpulan yang bisa diperoleh dari penelitian itu adalah:

a. Tulisan tampil di halaman pertama mesin pencari rata-rata jumlah katanya sebanyak 2000 kata.

b. Minimal mempunyai satu gambar untuk berbagi melalui jejaring sosial.

c. Kontennya dapat membuat kagum pembaca, mengundang tawa, bersifat menghibur, atau membandingkan sisi narsis seseorang.

d. Penulisnya dapat dipercaya sehingga kepercayaan orang terhadap tulisan meningkat.

e. Artikel dibagikan atau disebarluaskan oleh orang berpengaruh atau influencer di bidangnya.

f. Sebagian besar tipe tulisan populer berisi infographic, postingan berisi sebab akibat, cara melakukan sesuatu, menjelaskan sesuatu, dan video.

g. Selalu rutin dipublikasi ulang seiring dengan waktu.

h. Waktu publikasi biasanya di hari Selasa.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, anda harus melakukan segala daya upaya berdasarkan kelebihan yang anda punyai untuk menjadikan tulisan tersebut menjadi viral. Ciri-ciri di atas dapat anda jadikan sebagai acuan ke depan bagaimana cara mempromosikan dan membangun tulisan berkualitas tadi menjadi viral.

2. Dimulai dengan sebuah penelitian menyeluruh

Walaupun anda merasa telah mengetahui dengan pasti apa yang akan ditulis, namun masih diperlukan untuk melakukan penelitian terhadap topik pembahasan tulisan. Biasanya anda akan menemukan bagian-bagian lain dari konten tadi di luar sana.

Cakupan informasi yang ingin disampaikan dari tulisan harus mencakup 110% dari yang akan ditulis. Sehingga orang yang membaca konten tidak perlu lagi mencari sumber tambahan dari sumber lain untuk mengerti isi tulisan.
Anda harus pastikan tulisan itu berkualitas tinggi dan tulisan lainnya tidak ada apa-apanya dibandingkan tulisan tersebut.

Teliti Postingan Populer Tentang Topik yang Akan Dibahas

Mulailah dengan meneliti topik apa yang akan ditulis di mesin pencari dan bacalah semua konten di halaman pertama hasil pencari. Tulisan itu merupakan tulisan yang akan menjadi saingan bagi topik tulisan anda di masa depan.

Selanjutnya, teliti juga tulisan mana yang paling sering dibagikan di media sosial. Seluruhnya, minimal 10 buah tulisan, harus anda baca lagi. Dimulai dari tulisan yang paling banyak dibagikan sampai paling sedikit. Ada beberapa hal penting menjadi perhatian, yaitu:

a. Judul dan deskripsi meta, untuk menceknya pergunakan Mozbar.

b. Jumlah kata

c. Kata kunci

d. Berapa kali kata kunci utama digunakan di dalam konten itu.

e. Judul utama dan sub judul di dalam postingan.

f. Poin-poin unik yang disampaikan dimana anda tidak mengetahui hal tersebut sebelumnya atau hal lainnya yang biasanya tidak disampaikan.

g. Hal lain yang mungkin terlewatkan di dalam topik tersebut sehingga pembaca perlu mencari sumber lain agar mereka bisa mengerti tentang topik pembahasan itu seperti definisi istilah, gambar atau langkah-langkah bagaimana melakukan sesuatu.

h. Statistik atau data yang disampaikan di dalam tulisan.

i. Kutipan para ahli

j. Backlink terdapat di konten. Backlink ini harus anda catat sebagai referensi di masa mendatang.

k. Orang paling sering membagikan konten. Sama dengan backlink, catat untuk dijadikan referensi.

Kemudian anda harus mencari sumber tambahan mengenai topik itu, penelitian dan statistiknya.

3. Buatlah Garis Besarnya atau Outline

Melihat hasil penelitian yang baru saja dikumpulkan, tugas berikutnya adalah menyusun garis besar dari konten tersebut. Outline ini harus secara efektif mencakup seluruh bagian penting dan unik yang tidak terdapat di tulisan orang lain tadi.

4. Proses Penulisan

Pada langkah ini tidak segampang kedengarannya. Tergantung dari panjang tulisan, rentangan tulisan yang anda harus membuat minimal 1000 kata hingga 5000 kata sehingga dapat mencakup seluruh aspek materi tulisan.
Jika anda merasa kesulitan untuk menulis tulisan panjang, ada beberapa pendekatan agar memudahkan membuatnya, yaitu:

a. Jangan fikirkan berapa panjang tulisan. Biarkan tulisan anda itu mengalir tanpa diedit, diperbaiki, diorganisir, atau dibatasi. Anda dapat memeriksanya nanti setelah tulisan ini selesai.

b. Perlakukan tiap subjudul outline seperti membuat sebuah postingan blog dan sewaktu menulis sebuah suatu subjudul jangan berhenti, selesaikan seluruhnya di satu waktu.

c. Tulislah bagian paling mudah terlebih dahulu. Seiring dengan kemajuan pengerjaan tulisan, maka bagian paling susah akan terasa mudah nantinya.

d. Tulislah bagian paling susah di saat anda merasa paling fit, sementara bagian lebih gampang tinggalkan untuk saat kondisi terasa kurang prima atau tidak terlalu termotifasi.

e. Jangan buat patokan apa yang akan ditulis. Tulislah apa yang anda rasa siap untuk ditulis. Jika anda rasa bagian pendahuluan dirasakan susah atau tidak muncul ide apa harusnya ditulis di bagian pendahuluan tersebut, tinggalkan saja dulu.

f. Minta bantuan orang lain untuk memeriksa hasil karya tersebut untuk mendapatkan beberapa perbaikan jika diperlukan.

g. Anda bisa juga melakukan diskusi dengan teman tentang topik tulisan yang akan ditulis ini, dan sewaktu diskusi, rekam pembicaraan tadi.

Silakan pilih pendekatan mana paling menyenangkan bagi anda.

5. Tambahkan Statistik dan Data Tambahan

Setelah anda mempunyai gambaran menyeluruh tentang tulisan tersebut, lakukan pengecekan ulang dan tambahkan beberapa statistik dan penelitian untuk mendukung isi tulisan. Akan lebih mudah jika menambahkannya di akhir proses penulisan dari pada penambahan ini menjadi kendala sewaktu proses penulisan.

6. Tambahkan Kutipan

Jika tidak dapat menemukan data statistik atau penelitian tentang topik tulisan, anda dapat mencari kutipan-kutipan para ahli di bidang topik itu dan kemudian tambahkan ke dalam artikel. Jika anda berkenan, hubungi mereka dan sampaikan bahwa kata-katanya digunakan di tulisan yang sedang dikerjakan.

Untuk mendapatkan kutipan mereka, silakan kunjungi blog mereka, media sosial, interview dan presentasi. Tahap ini harap dilakukan setelah draft tulisan selesai dikerjakan. Jangan lakukan di tengah pengerjaannya, agar alur cerita tidak berantakan dan mood tidak hilang.

Cara lain bisa dilakukan dengan cara meminta para ahli mengenai topik tulisan untuk memberi kontribusi fikiran mereka secara keseluruhan atau di bagian-bagian tertentu sebagai tambahan. Dengan demikian mereka akan merasa terlibat dan sudah pasti akan mau membagikan hasil karya ini di media sosial mereka.

7. Tambahkan Contoh Nyata

Jika memungkinkan, tambahkan contoh-contoh yang mendukung konten tersebut dari seseorang, bisnis, atau merek. Alasannya adalah jika anda mencontohkan seseorang, bisnis atau merek dari sudut pandang positif, efeknya adalah orang tersebut, bisnis atau merek tadi kemungkinan besar akan bersedia membagikan konten anda ke audien mereka nantinya.

Dengan demikian akan menambah promosi dan merupakan keuntungan tersendiri.
Sebagai tambahan, contoh nyata akan membantu pembaca untuk lebih mengerti sewaktu mempelajari dan mempraktekkan apa yang telah anda tulis.

8. Headlinenya Banyak

Filosofis di balik headline ramai ini sederhana saja. Tidak seluruh headline akan berkualitas, tetapi dengan membuat headline dalam jumlah banyak akan membuat anda lebih kreatif. Paling tidak, satu dari 25 headline akan menonjol. Sementara 24 headline lainnya akan menjadi pilihan alternatif ketika mempromosikan konten tersebut di dunia maya.

Daripada membuat headlinenya terlebih dahulu sebelum menulis isi tulisan, lebih bagus kalau dibuat terakhir setelah konten itu selesai. Dengan demikian anda akan mengetahui dimana konten itu bisa dipenggal-penggal dan dibuat headlinenya. Atau lebih hebatnya lagi, anda akan mengetahui bagian mana akan menjadi, istilahnya, ‘golden headline’.

9. Optimisasi Untuk Mesin Pencari

Jika tulisan itu telah selesai dibuat, sekarang waktunya untuk mengoptimisasi agar dapat ditampilkan oleh mesin pencari di halaman pertama. Untuk mengoptimisasi ini, jika anda menggunakan SEMrush, anda harusnya dapat menemukan beberapa kata kunci utama dan populer sehingga dapat diranking dengan baik.

Phrase kata kunci utama dari kumpulan kata kunci yang akan digunakan tadi, minimalnya, digunakan sebagai salah satu headline dan beberapa kali ditulis secara tersebar di dalam konten. Anda juga bisa meletakkan kata kunci tadi sebagai heading, subheading dan dalam gambar sebagai teks ALT.

Sebagai tambahan, kata kunci yang bisa menghasilkan trafik ke blog secara signifikan terhadap dari tulisan lain harus digunakan tersebar di konten secara keseluruhan. Dengan optimisasi ini akan memastikan tulisan tersebut menghasilkan trafik organik dari mesin pencari sepanjang perjalanan waktu.

10. Optimisasi Di Media Sosial

Dapatkanlah ‘like’ terhadap konten tadi melalui media sosial. Dimulai dengan memastikan bahwa halaman tersebut dipublikasikan dengan menempatkan tombol berbagi media sosial, seperti terdapatnya tombol Facebook, Twitter, Google+, LinkedIn, dan Pinterest.

Kemudian temukan beberapa potongan kalimat terbaik di dalam tulisan tadi, dan jadikan sebagai bahan untuk di tweet.  Anda bisa menggunakan ClicktoTweet sebagai alat bantuan untuk membuat tautan tweet, sehingga pembaca bisa mengkliknya untuk dibagikan melalui akun sosial Tweeter mereka.

Tempatkan potongan kalimat untuk di tweet tadi tersebar di seluruh tulisan dimana mereka akan dengan senang hati akan metweet melalui akun pembaca.

Sejak Pinterest telah menjadi media sosial terpopuler kedua, anda juga menambahkan tombol Pinterest di konten tersebut. Tambahkan tombol PinIt di seluruh gambar. Kalau membuat gambar bisa digunakan Canva.

11. Edit dan Publikasikan

Setelah selesai ditulis dan dioptimisasi, lakukan pengecekan terakhir jika masih ada kesalahan-kesalahan kecil di sana sini. Jika tulisan anda dalam bahasa Inggris, disarankan menggunakan Grammarly.com untuk memeriksa kesalahan tulisan dan grammar.

Setelah dipastikan tidak ada lagi kesalahan, silakan posting di blog. Kemudian anda akan masuk ke langkah selanjutnya, yaitu mempromosikannya.

12. Promosi

Tulisan itu tidak akan menjadi hebat sebelum diakui oleh orang banyak, dan tidak akan diakui jika belum pernah dibaca.

Pada tahap ini, mulailah anda menghubungi orang yang mungkin tertarik membacanya secara personal, khususnya orang-orang yang suka membagikan tulisan tersebut, yaitu orang yang telah anda libatkan dalam proses penulisan tadi, seperti orang yang kata-katanya anda kutip, membantu anda dalam memperoleh ide, dan lain sebagainya.

Selain itu hubungi juga para pemilik dan penulis blog apakah mereka tertarik untuk mereferensi tulisan tersebut.
Selain itu sebarkan juga melalui media sosial dan berkirim email. Jangan hanya sekali mengirim dan membagikannya, tetapi berulang kali dalam jangka waktu tertentu.

13. Buat Dalam Format Lain

Terakhir, jangan lupa pula untuk membuatnya dalam format lain seperti dalam bentuk presentasi, ebook, dan lain sebagainya. Gunanya untuk membuat backlink manual terhadap posting aslinya, yaitu blog anda.

Itulah cara menulis berkualitas di blog, jika anda mempunyai pengalaman untuk dibagikan, silakan sampaikan di kolom komentar.

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda