Cara Install WordPress Multisite

Pada tulisan ini, saya akan menyampaikan segala sesuatu yang harus anda ketahui tentang bagaimana cara memulai dan menggunakan WordPress Multisite beserta untung ruginya. Pembahasan nya meliputi: pengertian Multisite dan bagaimana perbedaannya dengan WordPress lama, cara menggunakan Multisite, kapan waktunya untuk tidak menggunakan Multisite, bagaimana cara menginstal dan mengaktifkan Multisite pada situs baru dan lama, membuat blog dalam sebuah jaringan multisite, bagaimana cara mengatur jaringan, termasuk menginstal tema dan plugin, membuat situs dan mengatur domain mapping, plugin apa saja agar situs multisite lebih baik lagi.

Tetapi sebelum kita melangkah lebih jauh, ada dua istilah yang harus dijelaskan terlebih dahulu, yaitu network dan situs.

Network (jaringan) mengacu kepada seluruh jaringan yang ada di dalam jaringan multisite, yaitu instalasi dalam WordPress.

Situs (site) mengacu kepada salah satu blog atau situs yang dibuat sebagai bagian dari jaringan atau network (subdomain).

Jadi, ketika saya menyebutkan situs, artinya tidak mengacu kepada seluruh jaringan dari situs anda, tetapi hanya terhadap salah satu situs atau subdomain dalam jaringan tersebut. Tiap network akan mempunyai sebuah situs utama, dibuat ketika anda menginstal WordPress dan akan menjadi domain utama bagi instalasi WordPress. Domain utama ini pun disebut juga dengan situs.

Pengertian Multisite

Multisite adalah sebuah fitur dari WordPress versi 3.0 ke atas, di mana anda bisa membuat beberapa situs virtual dengan hanya satu instalasi WordPress saja.

Dengan demikian, hanya dengan sekali saja menginstal WordPress ke server, anda bisa membuat sebanyak mungkin situs (disebut juga dengan subdomain).

Hebatnya lagi tentang Multisite adalah instalasi WordPress itu sendiri hampir sama dengan instalasi standar, seperti struktur foldernya, file corenya, dan base code pun sama. Ini artinya menginstal sebuah WordPress Multisite tidaklah terlalu kompleks dibandingkan sewaktu menginstal wordpress standar, dan meng update multisite sangat mirip sewaktu mengupdate wordpress sebelumnya. Seluruh tema dan plugin di dalam network pun menginstalnya cukup sekali saja, tidak peduli berapa banyak situs yang akan menggunakannya. Artinya, dengan menggunakan WordPress multisite ini akan sangat menghemat penggunaan harddisk server dibandingkan cara lama.

Tetapi ada beberapa perbedaan di tiga area, yaitu di tampilan layar admin dan bagaimana cara menggunakannya, file yang terdapat dalam instalasi WordPress dan tabel databasenya.

Tampilan Layar Admin

Ketika mengaktifkan multisite, beberapa layar tambahan akan ditambahkan pada bagian admin, guna mengatur network. Anda bisa lihat pada gambar di bawah, ada dasbor khusus untuk mengatur jaringan.

Tampilan ini hanya bisa diakses oleh Super Admin, dimana dia bertanggung jawab untuk mengatur jaringan (pemilik situs) dan bisa menginstal tema dan plugin serta membuat dan mengatur situs. Hal ini akan kita bahas nanti lebih detilnya.

Sementara pada layar admin tampilannya hampir sama dengan situs standar WordPress, tetapi ada beberapa menu yang hilang, diantaranya : admin situs tidak bisa menginstal tema atau plugin, tetapi hanya bisa mengaktifkan tema atau plugin yang telah di instal oleh super admin pada network.

Tampilan layar lainnya tidak ada beda dan saya yakin anda sudah sangat familiar bagi pengguna WordPress sebelumnya.

multisite-1

Dasbor Multisite

Perbedaan File Multisite

Hanya ada dua perbedaan file dan folder pada jaringan multisite, yaitu file wp-config.php dan folder wp-uploads.

File wp-config.php akan ditambah perintahnya ketika mengaktifkan multisite dan menyampaikan ke WordPress bagaimana cara kerjanya.

Sementara folder wp-uploads akan berisi sebuah subfolder bagi tiap situs di dalam jaringan, dengan ID numerik situs sebagai namanya. File yang diupload ke tiap situs akan akan diletakkan di folder situs masing-masing, dimana strukturnya sama seperti pada folder wp-uploads di instalasi WordPress biasa.

Hebatnya, WordPress akan mengatur struktur file tersebut dengan sendirinya, sehingga anda tidak perlu lagi mengatur secara manual.

Perbedaan Database

Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan pada database ini karena hanya ada satu perbedaan, yaitu tabel databasenya. Database pada WordPress standar akan mempunyai 11 buah tabel database yang diletakkan pada konten dan setingan situs. Sementara, pada network Multisite, sembilan dari sebelas tabel tadi akan diduplikatkan terhadap tiap situs, artinya jika anda mempunyai jumlah situs yang banyak, anda akan mempunyai banyak tabel juga. Dengan demikian konten dari tiap situs akan terpisah.

Pemisahan ini akan otomatis oleh WordPress, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya sekedar untuk diketahui saja.

Penggunaan Multisite

Multisite dapat digunakan untuk berbagai hal dan dengan berbagai cara, tetapi dari sekian banyak itu, bisa dikategorikan menjadi tiga bagian saja, yaitu:

a. Situs atau blog privat bagi individu atau bisnis di mana pengelola blog hanya satu atau beberapa orang saja.

b. Situs yang di instal dan di kelola oleh sebuah developer atau agen sehingga masyarakat umum bisa meminta bergabung dengan situs tersebut dan pengelola menambahkan secara manual.

c. Kumpulan blog atau situs di mana orang bisa menambahkan situsnya tersendiri tanpa bantuan pengelola, bisa untuk anggota gratisan maupun berbayar.

Alasan Tidak Menggunakan Multisite

Walaupun multisite sangat bagus sekali karena menawarkan kebebasan terhadap pengguna, tetapi tidak semua orang membutuhkannya. Di sini kita akan bahas beberapa alasan kenapa orang tidak akan menggunakan multisite, yaitu:

a. Ingin membuat sebuah situs atau blog saja dan tidak berencana atau membuat blog tambahan di masa depan.

b. Membuat situs untuk beberapa klien tetapi masing-masing klien tersebut di host secara terpisah. Hal ini bisa dikarenakan klien tersebut mempunyai hosting provider sendiri.

c. Tiap situs yang anda buat membutuhkan databasenya tersendiri (bisa jadi karena alasan keamanan).

d. Tiap situs membutuhkan alamat IP tersendiri.

e. Situs itu membutuhkan tema dan plugin tersendiri.

f. Akan pindah server.

g. Tempat hosting tidak memenuhi kebutuhan minimal.

h. Tidak memiliki akses terhadap file di server untuk di edit.

Jika dari ke semua alasan di atas ada pada situs anda, maka disarankan untuk tetap pada kondisi sekarang ini. Jika anda ingin membuat blog multisite tetapi tempat hosting tidak memungkinkannya, sebaiknya tukar hosting providernya atau upgrade paket ke yang lebih memungkinkan.

Mengaktifkan Multisite

Dengan penjelasan di atas, saya harap anda telah mengerti apa yang dimaksud dengan multisite dan keuntungan yang bisa didapat ketika menggunakannya. Sekarang saatnya untuk mengetahui bagaimana mengaktifkannya. Ada dua versi multisite, semuanya tergantung apakah situs anda baru dibuat atau telah aktif. Di samping itu juga tergantung di mana anda menginginkan sub domainnya berada atau subdirektori untuk situs anda.

a. Menggunakan subdomain berarti tiap URL situsnya akan berbentuk http://situs1.domain.com. Jika anda berencana untuk membolehkan pelanggan untuk membuat situsnya sendiri, maka anda harus mengaktifkan wild card subdomain di hosting.

b. Menggunakan subdirektori artinya tiap situs akan memiliki URL seperti http://domain.com/situs1. Anda tidak dapat memilih pilihan ini jika situsnya telah terinstal karena akan merusak tatanan URL yang telah dibuat di dalam situs.

Mengaktifkan Multisite Untuk Network Baru

Ada langkah-langkah khusus sewaktu mengaktifkan multisite ketika menginstal WordPress pertama kali. Pertama, anda harus menginstal WordPress dan mengaktifkan sebuah network.

1. Instal WordPress seperti biasa ke server.

2. Setelah selesai, buka file wp-config.php dimana anda akan menemukannya di folder tempat menginstal WordPress. Cari baris ini : /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */

3. Di atas baris tersebut, buatlah sebuah baris lagi: define( ‘WP_ALLOW_MULTISITE’, true );

4. Simpan.

Langkah berikutnya masuk ke layar admin WordPress dan instal multisite. Caranya:

1. Di WordPress admin, pergi ke Tools > Network Setup. Anda akan di minta untuk memilih subdomain atau subdirectories untuk instalan tadi. Pilih salah satu yang diinginkan.

2. Edit nama jaringan itu dan alamat email bagi network administrator jika ditanya, atau biarkan saja kosong.

3. Klik tombol Instal

Langkah terakhir, copy kode yang diberikan ke file wp-config.php dan .htaccess.

Untuk mengkopi kode tadi, silakan ikuti langkah berikut.

1. Anda harus berada pada layar Network Install seperti gambar dibawah.

multisite-2

2. Buka masing-masing file wp-config.php dan .htaccess dan pastekan seperti perintah di atas.

Untuk file wp-config.php pastekan teks tersebut di atas /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */

Dan untuk file .htaccess hapus seluruh perintah di sana dan gantikan dengan tampilan di atas.
Jika anda tidak menemukan file .htaccess, barangkali karena di sembunyikan atau di hiddenkan.

Rubahlah setingan pada code editor untuk menampilkannya.

3. Simpan kedua file tadi.

Nah sekarang WordPress Multisite telah terinstal. Silakan keluar dan login kembali. Jika berhasil maka tampilan dashboardnya seperti di bawah:

multisite-3

Sekarang saatnya untuk menambah situs, plugin dan tema serta perangkat lainnya ke dalam server.

Mengaktifkan Multisite pada WordPress Yang Telah Terinstal

Jika anda ingin mengubah situs yang telah ada sekarang ini menjadi multisite, anda bisa mengikuti langkah-langkah di atas dengan beberapa pengecualian: anda tidak akan diberi pilihan untuk memilih subdomain atau subdirectory. Jika situs anda sudah berumur lebih dari satu bulan, tidak ada pilihan selain menggunakan subdomains.

Mengatur Jaringan

Sekarang network anda sudah siap dan baru ada satu situs, yaitu situs utama untuk network tadi. Situs ini tidak ada bedanya dari situs lainnya dimana bisa ditambahkan ke jaringan anda, dimana layar dan hak adminnya sama.

Mengatur network terdiri dari:

1. Mengatur dan membuat situs

2. Menginstal dan mengaktifkan tema

3. Menginstal dan menonaktifkan plugin

4. Menginstal update.

Membuat Situs

Anda dapat membuat situs secara manual atau bisa juga dengan menginstal sebuah plugin sehingga pelanggan bisa membuat situsnya sendiri. Untuk plugin, nanti akan dijelaskan. Sekarang kita fokus kepada bagaimana membuat situs secara manual.

1. Masuk ke layar admin dengan mengklik My Sites > Network Admin pada menu admin.

2. Masuk ke Sites > Add New

3. Buatlah alamat situsnya (bisa dalam bentuk subdomain atau direktori, tergantung setingan yang telah anda buat di awal), judul situs dan alamat email bagi administrator situs.

Sekarang sebuah situs telah dibuat. Jika anda ingin menggunakan email tersendiri bagi admin situs, anda akan melihatnya ketika mengarahkan kursor ke link My Sites pada menu admin. Jika anda tidak menjadi administrator, anda masih bisa melihatnya dari layar admin network. Klik Sites > All Sites untuk melihat seluruh situs pada jaringan anda.

Andapun bisa membuat situs baru tanpa harus login sebagai admin network. Caranya adalah dengan menginstal plugin Domain Mapping dari WPMU DEV. Ini bermanfaat jika anda ingin orang lain bisa bergabung dengan jaringan anda.

Menginstal dan Mengaktifkan Tema

Hanya super administrator yang bisa menginstal tema dan mengaktifkannya bagi semua situs pada jaringan. Ada dua buah cara, yaitu: anda bisa mengizinkan untuk situs tertentu saja atau diaktifkan bagi seluruh jaringan. Sebuah tema hanya bisa diaktifkan di sebuah situs jika telah di enable kan dalam jaringan atau untuk situs tertentu saja.

Berikut cara instal sebuah tema dan enable untuk seluruh situs dalam jaringan.

1. Pada layar admin Network, pergi ke Themes > Add New dan instal tema seperti halnya sewaktu menginstal pada WordPress biasa.

2. Pada saat muncul layar ‘Installing theme’, klik tombol Network Enable.

Selain meng enable kan untuk seluruh situs, anda juga bisa meng enable kannya untuk situs tertentu saja. Ini akan bermanfaat jika masing-masing situs akan menggunakan temanya sendiri sehingga terlihat perbedaan masing-masing. Dengan meng enable kan hanya untuk satu situs saja, artinya situs lain tidak bisa menggunakannya, sehingga tidak ada resiko bagi admin situs untuk mengaktifkan tema yang sama.

Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut:

1. Pada admin Network, klik Sites untuk melihat keseluruhan dari situs anda.

2. Arahkan kursor ke salah satu situs yang ingin di enable kan temanya dan klik tombol Edit yang muncul.

3. Klik tab Theme untuk melihat layar setingan tema bagi situs tersebut.

4. Di bawah tema yang ingin di enable kan, klik tombol Enable.

Sekarang ketika anda masuk ke layar site administrator untuk situs tersebut dan klik Appearance > Themes, anda akan melihat tema yang telah di enable kan termasuk tema yang dapat diaktifkan.

Menginstal dan Mengaktifkan Plugins

Plugin harus di instal oleh administrator network, tetapi cara kerjanya sedikit berbeda dengan cara menginstalkan tema. Anda tidak bisa meng enable kan sebuah plugin untuk salah satu situs saja, tetapi harus mengaktifkannya secara keseluruhan, atau cukup menginstalkan saja dan biarkan pengguna situs untuk mengaktifkannya atau tidak.

Plugin yang diaktifkan untuk seluruh jaringan akan berguna jika anda telah menuliskan atau mendownload sebuah plugin yang harus digunakan untuk seluruh jaringan, seperti plugin untuk pencadangan data atau plugin lainnya yang harus ada untuk seluruhnya.

Untuk mengaktifkan plugin, berikut langkah-langkahnya.

1. Pada layar network admin, klik Plugin > Add New dan instal plugin seperti menginstal pada wordpress biasa.

2. Pada layar Installing Plugin, klik tautan Network Activate. Selesai sudah, sekarang plugin tersebut akan aktif bagi seluruh situs di dalam jaringan dan admin situs tidak bisa men-disable-kannya.

Namun jika anda ingin hanya terinstal di salah satu situs saja, maka cukup dengan menginstal plugin sebagai admin network dan kemudian mengaktifkan plugin tersebut pada layar admin situs. Sewaktu anda berada pada layar admin situs, anda hanya bisa mengaktifkan atau tidak mengaktifkannya saja, tetapi tidak bisa meng uninstalnya.

Mengatur Situs

Ada layar lainnya yang bisa digunakan untuk mengatur situs di dalam jaringan, dapat diakses melalui layar Situs di admin network, yaitu:

a. Info

Layar informasi ini berisi informasi dasar situs. Disinilah tempat untuk merubah domain jika dibutuhkan atau mengupdate statusnya.

b. Pengguna

Layar User berisi daftar seluruh pengguna situs atau pengguna jaringan anda. Anda bisa menggunakan tampilan ini untuk membuang pengguna dari sebuah situs atau menambahkan user lainnya untuk situs tertentu jika telah ditambahkan ke dalam jaringan. Anda juga bisa merubah pengaturan pengguna disini. Situs admin juga dapat menambahkan pengguna dari bagian User untuk menjadi admin bagi situs mereka seperti WordPress normal. Dengan demikian pengguna dapat menambahkan user lainnya yang tidak teregister di jaringan sebelumnya.

c. Tema

Menginstal dan mengaktifkan tema.

d. Setingan

Layar Setting memberi anda akses untuk seluruh setingan di situs, beberapa diantaranya admin situs dapat mengaksesnya melalui bagian Setting di menu admin. Akses ini termasuk seluruh tabel pilihan situs di database, termasuk judul situs, deskripsi, tema dan sebagainya. Jangan rubah setingan apapun jika anda tidak tahu apa akibat perubahan tersebut.

Anda harus mengupdate tema, plugin dan WordPress melalui layar network admin, disana anda akan diberitahu jika ada pemberitahuan dan update terbaru. Cara updatenya sama saja dengan wordpress biasa.

Plugin Untuk Multisite

Khusus untuk multisite, berikut ini beberapa plugin agar memudahkan anda mengelola WordPress multisite, diantaranya:

1. Pro Sites

Dengan Pro Sites, anda bisa menawarkan upgrade, iklan dan lain sebagainya bagi pengguna anda. Dengan demikian, anda bisa menawarkan situs gratis di jaringan dengan fitur terbatas sehingga mereka merasa perlu untuk mengupgrade untuk layanan tambahan.

2. Domain mapping dari wpmudev

Dengan menggunakan Domain Mapping, anda bisa menyediakan tombol untuk bergabung dengan network di halaman utama. Dengan demikian anda tidak perlu menambahkan pengguna situs secara manual. Mereka bisa langsung bergabung kapan saja tanpa perlu persetujuan anda terlebih dahulu.

3. Snapshot

Snapshot berguna untuk backup data untuk seluruh data yang ada di network.

4. Support System

Plugin ini untuk layanan pelanggan seperti membuat tiket keluhan, dan lain sebagainya.

5. WordPress MU Domain Mapping

Plugin ini sama fungsinya dengan domain mapping by wpmudev, tetapi anda tidak bisa menjual domain seperti wpmudev. Kelebihannya adalah gratis.

6. User Switching

Dengan User Switching anda, sebagai admin network, bisa menukar akun pengguna sehingga anda bisa melihat pengalaman pengguna saat mereka login. Ini akan bermanfaat saat ada masalah di situs atau membuat beberapa editan terhadap situs pengguna ketika mereka melakukan beberapa kesalahan.

Kesimpulan

Dengan adanya layanan multisite ini, akan menambah ‘kekuatan’ dari WordPress karena sumber daya yang dibutuhkan di dalam server akan sangat jauh berkurang dan dapat menampung lebih banyak jumlah pengguna yang menginginkan eksis di dunia maya.

Sebagai Network Administrator, sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Hanya butuh sedikit perhatian lebih banyak dan pembiasaan saja. Dan jika anda punya pendapat, pengalaman atau mungkin pertanyaan, silakan sampaikan di kolom komentar, mari kita berbagi.

Silakan sampaikan komentar Anda