Cara Google Analytics Mengumpulkan Data

Advanced 1 1

Pengantar

Selamat datang di Advanced Google Analytics. Jika anda telah mengikuti pelajaran Google Analytics untuk pemula, haruslah sudah tidak ada masalah melanjutkan ke sesi berikut ini dalam memahami Analytics.

Pengumpulan Data Situs

Mari kita mulai dengan menunjukkan secara khusus tentang bagaimana Google Analytics mengumpulkan data. Seperti telah kita ketahui bahwa pengumpulan data situs dimulai dengan sebuah kode pelacakan Javascript yang dimasukkan ke tiap halaman situs yang ingin dikumpulkan datanya. Tujuan dari kode pelacakan adalah untuk mengetahui seluruh kegiatan pengguna yang terjadi di situs anda. Kegiatan ini bisa seperti membuka sebuah halaman atau lebih khususnya lagi seperti mengklik tombol untuk menonton video atau menghit sebuah tautan.

Kode pelacakan Analytics menggunakan domain situs yang sedang dilacak untuk menetapkannya sebagai sebuah “situs” di laporan anda. Dengan terpasangnya kode pelacakan, Google Analytics akan meletakkan cookie di browser pengguna untuk situs itu dan seluruh subdomain yang terhubung dengan situs tersebut. Ini akan membuatnya lebih mudah untuk melacak trafik pada sebuah halaman situs URL domain atau subdomainnya.

Perlu diperhatikan bahwa jika anda menginstal kode pelacakan yang sama di domain berbeda, Analytics akan menghitung pengguna beserta sesinya secara terpisah. Jika anda ingin melacak pengguna untuk beberapa domain berbeda, anda harus mengaktifkan pelacakan lintas domain. Hal ini akan kita bahas nanti.

 Anatomi Sebuah “Hit”

Tiap kali pengguna berinteraksi di situs anda, kode pelacakan Analytics akan mengirim yang disebut dengan “hit” ke Google Analytics. Sebuah “hit” adalah untaian URL dengan parameter berisi informasi tentang pengguna anda. Dia akan terlihat seperti di bawah ini:

Jika anda perhatikan untaian URL ini, anda bisa melihat bahwa dia menyampaikan informasi sangat berguna ke Analytics tentang kegiatan para pengguna. Sebagai contoh, anda bisa melihat hal seperti:

  • Bahasa yang diatur di browser.
  • Nama halaman yang mereka kunjungi
  • Resolusi layar perangkat
  • Dan ID akun analytics

Ini hanya beberapa informasi yang disampaikan dalam bentuk hit, tergantung dari interaksi pengguna dengan situs dan apa yang sedang anda lacak. Hit ini juga termasuk informasi lainnya seperti pengenal pengguna secara acak. Dengan demikian Google Analytics bisa membedakan mana pengguna baru dan pengguna berulang.

Ada tiga bentuk hit umum, yaitu:

  • Hit terhadap tampilan halaman
  • Hit kegiatan
  • Dan hit transaksi

Hit terhadap tampilan halaman dipicu ketika seorang pengguna membuka sebuah halaman situs dengan kode pelacakan terdapat di halaman tersebut. Ini adalah tipe umum dari hit yang dikirimkan ke Analytics. Tiap kali seorang pengguna membuka sebuah halaman, maka sebuah hit akan dikirimkan.

Hit kegiatan akan melacak tiap kali seorang pengguna berinteraksi dengan beberapa bagian yang terdapat di sebuah halaman. Sebagai contoh, jika anda melacak ketika seorang pengguna mengklik tombol ‘play’ pada video, URL tertentu atau produk. Hit kegiatan memiliki empat parameter data di URL, yaitu: tindakan, kategori, label dan nilai. Anda dapat menggunakan ini untuk mengelompokkan interaksi pengguna di laporan sesuai dengan yang anda inginkan. Kita akan membahas ini lebih mendalam pada pembahasan selanjutnya.

Hit transaksi (disebut juga dengan hit “ecommerce”) menyampaikan data ke Analytics tentang pembelian seperti pembelian produk, ID transaksi dan ketersediaan barang.

Jika anda telah menset Ecommerce tingkat lanjut di Google Analytics, anda juga bisa mendapatkan data ecommerce lainnya seperti kategori produk, apakah ada item yang ditambahkan atau dibuang dari keranjang belanja, dan seberapa sering pengunjung melihat sebuah produk di situs.

Ada lagi hit lainnya sepert “hit sosial” berupa suka, membagikan ulang, atau mentweep data dan “page timing hits” yaitu laporan lamanya seorang pengunjung di sebuah halaman, tetapi pageview (tampilan halaman), event (kegiatan) dan transaksi merupakan kegiatan paling umum dilakukan di sebuah situs.

Kita telah membahas beberapa informasi yang disampaikan hit seperti Bahasa dan Halaman Judul. Tetapi Google Analytics memperluas datanya dari sumber lain seperti alamat IP, file server-log, dan data iklan lainnya. Menggunakan informasi tambahan ini, Analytics bisa mengetahui hal-hal seperti:

  • Lokasi pengguna
  • Hal khusus lainnya seperti browser, sistem operasi dan penyedia layanan pengguna.
  • Umur dan jenis kelamin
  • Dan media yang membawa mereka ke situs.

Anda telah mengenali beberapa parameter ini yang disampaikan oleh hit atau data tambahan lainnya karena mereka dimasukkan ke dimensi yang merupakan isi laporan anda di Google Analytics. Perlu diingat bahwa dimensi adalah cara untuk mengelompokkan data metrik seperti seluruh metrik untuk negara atau tipe perangkat.

Jika sebuah hit telah di sampaikan ke Google Analytics dan digabungkan dengan data tambahan lainnya, seluruh informasi ini telah siap untuk diproses oleh server Analytics. Dengan mengerti bagaimana Analytics mengumpulkan dan memproses data bisa membantu anda untuk lebih mengerti laporan di Analytics dan apa maksud dari sebuah data.

Sumber:

Video: https://analytics.google.com/analytics/academy/course/7/unit/1/lesson/1

Transkrip : https://support.google.com/analytics/answer/7165108

 

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda