8 Plugin Terbaik Untuk Membuat Grafik di WordPress

Saat mempresentasikan data melalui blog dan isinya hanya berisi data saja sudah dapat dipastikan para pembaca anda akan segera dihinggapi rasa bosan. Untuk memahami data seperti itu pun terkadang dibutuhkan waktu lebih lama.

Jika data anda banyak, maka cara terbaik untuk mempresentasikannya adalah dengan menggunakan grafik.
Dengan menggunakan grafik akan langsung dipahami oleh para pembaca, membantu mereka untuk mengerti lebih cepat. Untuk itulah anda bisa menggunakan plugin yang disediakan oleh WordPress agar proses pembuatan data dan menampilkannya di blog menjadi lebih mudah.

Artikel ini akan mengulas delapan plugin untuk membuat grafik di WordPress disertai dengan kelebihan dan kekurangannya:

1. RJ Quickcharts

Para pengguna RJ Quickcharts memperoleh tingkat kepuasan yang cukup bagus. Dengan plugin ini anda bisa membuat grafik HTML5 yang dibuat dan diupdate sebagai data awal.

Kelebihannya antara lain, membuat grafiknya cukup gampang, dan mengatur datanya bisa langsung di WordPress. Sementara kekurangannya, antara lain sepertinya tidak diurus, tidak ada data eksternal, tipe grafiknya terbatas, kurang bisa di kustomasi.

Sewaktu mau membuat sebuah grafik, anda harus menentukan tipe grafiknya terlebih dahulu. Sayangnya tipe grafik Cuma tiga, yaitu grasi, bar, dan pie. Kemudian anda hanya perlu sedikit konfigurasi seperti tampilan legend, judul dan warna yang akan digunakan.

Lantas silakan masukkan data ke bagian spreadsheet dibawah setup grafik. Plugin juga menyediakan contoh data, sehingga anda dapat melihat bagaimana men setup grafik tersebut. Previewnya akan langsung tampil menyesuaikan dengan data yang anda masukkan. Kemudian klik tombol Save ketika selesai dan grafik siap untuk dimasukkan ke postingan melalui tombol Add Media. Hasil grafik bisa menggunakan HTML, CSS dan JavaScript, dan responsif. Jika anda butuh menampilkan grafiknya dalam bentuk gambar seperti file berformat PNG, ada tombol untuk membuatnya. Kesimpulannya, plugin ini sangat sederhana sekali dan mudah pemakaiannya.

2. amCharts

amCharts mempunyai ribuan pengguna aktif dan rating cukup tinggi. Kelebihannya bisa menampilkan tampilan grafik yang tidak biasa, fleksibel. Kekurangan, tidak ada editor visual, sedikit dokumentasi. Tidak seperti kebanyakan plugin lainnya, amCharts fokus ke pembuatan chart code snippets yang kemudian bisa dimasukkan ke posting dan halaman WordPress sebagai sebuah shortcode. Anda bisa menggunakan library am Chart atau menautkan plugin ke server lokal anda sebagai librari alternatif.

Tidak ada editor visual untuk grafik atau data, tetapi kodenya bisa diedit langsung. Anda juga menggunakan parameter tersendiri ke shortcode dan mereferensikannya ke kode grafik.

Plugin ini tidak diperuntukkan bagi pemula, karena anda harus mengerti kode JavaScript untuk memodifikasi snippet dasarnya atau membuatnya tersendiri. Tetapi jika anda tidak dapat menemukan plugin yang bisa memenuhi keinginan khusus anda dan tahu bagaimana cara menggunakan JavaScript, amCharts merupakan pilihan anda.

3. Visualizer

Visualizer merupakan salah satu plugin untuk membuat grafik di WordPress. Ini terbukti dengan telah banyak yang mengunduhk dan menggunakannya, serta nilai kepuasannya pun cukup tinggi. Visualizer mempunyai banyak tipe grafik, tampilannya bisa diatur sesuai dengan selera, bisa ditautkan dengan spreadsheet melalui URL, mengaitkannya bisa diatur sesuai selera, bisa dirender melalui berbagai platform.

Sementara kekurangannya adalah tabel datanya harus dibuat terpisah, tipe datanya pun sangat terbatas. Beda tipe data, beda pula beda grafiknya.

Menambahkan sebuah grafik ke situs dilakukan dengan Visualizer Library, yang ditambahkan dibawah Media Library WordPress. Data yang dibutuhkan grafik di masukkan dari file CSV, bisa juga diupload langsung atau ditautkan ke file yang online seperti data yang anda buat dengan Drive.

Setelah data dibuat, bisa ditambahkan ke posting atau halaman dengan shortcode. Anda bisa mengatur grafik agar sesuai dengan situs melalui ekstensi di option. Tiap grafik bisa diedit setelah dibuat, dan plugin juga bisa membuat kloningan dari grafik tersebut.

Bagi pengguna yang mempunyai kebutuhan khusus, plugin Visualizer menyediakan layanan untuk menulis sendiri seri data dan data filternya, baik secara global maupun untuk grafik tertentu.

4. Data Tables Generator

Plugin berikutnya adalah Data Tables Generator diproduksi oleh Supsystic. Plugin ini telah digunakan oleh ribuan pengguna aktif dan tingkat kepuasannya cukup tinggi, yaitu 4,8. Sesuai dengan namanya, plugin ini tidak hanya bisa mengerjakan lebih dari hanya membuat sebuah grafik, tetapi bisa juga mengatur dan menampilkannya dari panel admin dan membuat grafik interaktif. Jika anda ingin versi pro, anda harus merogoh kocek sebesar 29 dollar saja.

Adapun kelebihan plugin ini mempunyai banyak tipe grafik, bisa mengatur sendiri tipe grafik, bisa dirender melalui berbagai browser dan platform, data managemennya built in, tipe data telah diperluas. Namun untuk fungsi grafiknya tidak gratis.

Fungsionalitas tabel dari plugin ini fiturnya telah lengkap. Sangat mudah sekali menambahkan tabel, semudah menambahkan judul dan memasukkan jumlah baris dan kolom saja. Plugin menyediakan sebuah lembaran seperti spreadsheet dimana anda bisa dengan gampang menambahkan baris dan kolomnya, memasukkan data ke tabel (termasuk gambar, tautan dan formula), dan mengatur sendiri format dasar dari data selnya.

Ada bisa juga melihat tampilan tabel disebelah kanan layar plugin dan anda juga mempunyai akses ke file CSS untuk memperbaiki tampilannya dengan lengkap. Anda bisa menggunakan seting tab ke beberapa fitur dari tabel tersebut seperti pengaturan halaman dan penyortiran.

Versi pro dari plugin ini mempunyai layanan mengimpor dan mengekspor data, tetapi lebih penting bagi lagi, dia bisa membuat grafik dari data anda. Membuat data dengan menyorot data di tabel tersebut dan kemudian klik tombol Add diagram.

Plugin ini merupakan pilihan paling tepat jika anda ingin mengatur data langsung menggunakan administrasi di WordPress, tetapi fungsi dari grafik tidak jauh berbeda dengan plugin Visualizer. Jadi, jika anda biasanya membuat grafik dengan mengimpor data dengan file CSV, lebih baik jangan pergunakan versi pronya.

5. Inline Google Spreadsheet Viewer

Plugin yang satu ini mempunyai pendekatan berbeda dibandingkan plugin lainnya. Dengan Inline Google Spreadsheets Viewer anda bisa meng-embed file data di postingan WordPress atau halaman sebagai tabel atau grafik. Kepuasan penggunanya cukup tinggi. Plugin ini menawarkan cara berbeda dengan plugin lainnya.

Adapun kelebihannya antara lain, bisa meng-embed beberapa tipe file, tipe grafiknya lebih banyak, fungsi query lebih fleksibel. Namun, kekurangannya antara lain: tidak ada layanan visual, kalau menggunakan secara kustom pengerjaannya lebih kompleks.

Plugin ini bisa menampilkan data yang dimasukkan dengan file CSV dan database MySQL, dan data dari Google Apps Script. Cukup dengan copy paste URL saja dari beberapa format file yang didukung (CSV, XLS, dan lain sebagainya), maka akan dibuatlah tabel HTML nya.

Anda juga bisa menggunakan plugin ini untuk menampilkan tampilan langsung dari berbagai tipe file seperti PDF dan Word docs. Untuk melakukannya, cukup gunakan gdoc shortcode (gdoc key=”filename.url”). Atribut lainnya termasuk tipe grafik, warna dan kueri kustom.

6. wpDataTables

Salah satu pesaing plugin premium dalam bisnis layanan pembuatan grafik adalah wpDataTables. Rating kepuasan pelanggan cukup tinggi dan dengan harga bersaing. Produsennya mengatakan bahwa sudah ribuan situs menggunakan plugin ini.

Kelebihan dari plugin ini adalah tipe grafiknya cukup bervariasi, bisa menggunakan berbagai jenis file, kueri data bisa disesuaikan, terdepan dalam hal editing data dan lainnya. Sayangnya layanan ini hanya versi premium, tidak ada yang gratisan.

Untuk mengaktifkan tabel, anda terlebih dahulu harus membuat atau mengupload data. Anda dapat menggunakan data dalam berbagai format file, seperti Google Spreadsheet, excel, CSV, SML, JSOn dan bahkan MySQL queries dan mempunyai sebuah Query Constructor untuk mengambil data dari sumber data anda. Anda juga bisa membuat tabel secara manual langsung di WordPress.

Desain grafiknya langsung di bentuk menggunakan setingan yang telah disediakan oleh plugin tanpa perlu CSS. Anda juga membuat responsif dengan memilih beberapa elemen khusus untuk ditampilkan dalam berbagai perangkat. Data dalam bentuk MySQL dan dibuat secara manual bisa diedit di WordPress langsung. Jika anda butuh tambahan khusus di tampilan grafik tersebut, bisa anda tambahkan sendiri.

7. ResponsiveCharts

Salah satu plugin premium adalah Responsive Charts. Walaupun tidak terlalu populer, tapi kepuasan pelanggan cukup tinggi. Dengan plugin ini bisa membuat grafik dengan animasi. Kelebihannya antara lain, grafik bisa diberi animasi, impor data melalui CSV, grafiknya bisa diatur sesuai selera, dan tipe grafiknya pun tidak seperti bentuk grafik lainnya. Cuma sayangnya tidak ada versi gratisan.

Bentuk grafik bisa disesuaikan sesuai selera. Tidak ada priviewnya, sehingga anda harus menyimpannya terlebih dahulu kemudian baru bisa melihat bagaimana bentuk tampilannya. Data utamanya bisa di impor dari file berbentuk CSV, dimasukkan secara manual dan lainnya. Setelah gambarnya selesai, sebuah shortcode akan muncul dan bisa di copy pastekan ke halaman WordPress

8. M Chart

Pembuat grafik lainnya adalah M Chart. Menggunakan plugin ini cukup gampang karena bisa langsung memasukkan dan mengedit data di WordPress. Sayangnya tipe grafiknya masih terbatas.

Penutup

Seperti disampaikan di atas, dengan menampilkan grafik di sebuah presentasi di postingan merupakan cara pintar untuk menarik pembaca anda. Untuk itu, silakan anda pilih plugin di WordPress mana yang paling cocok dengan kebutuhan dan tentu dengan keuangan anda masing-masing.

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda