8 Kesalahan Perusahaan Sewaktu Menggunakan Media Sosial

Jumlah perusahaan menggunakan media sosial untuk pemasaran dan memperoleh keuntungan belakangan ini meningkat tajam. Sebagai gambaran, 92 persen dari pemasar profesional berpendapat bahwa media sosial merupakan bagian penting dari strategi pemasaran mereka.

Tetapi eksis di media sosial bukanlah hal gampang, sementara menggunakannya dan mengembangkan bisnis merupakan hal lain lagi. Sayangnya, banyak dari pelaku bisnis menggunakan media sosial ini melakukan cara salah sehingga merusak reputasi perusahaan dari pada membangun kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan tersebut.

Berikut ini akan dibahas beberapa kesalahan terbesar yang dilakukan oleh perusahaan ketika menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk, diantaranya:

1. Memposting Konten Yang Sama Berulang kali

Kesalahan pertama dan terbesar dilakukan oleh pebisnis adalah memposting konten yang sama berulang kali. Coba anda fikirkan kembali permasalahan ini. Apakah anda biasanya mempost di media sosial? Apakah tipe konten yang diposting selama ini sangat terbatas? Apakah anda posting hanya mengenai promosi perusahaan atau barang-barang baru saja? Atau mungkin anda membagikan postingan blog terakhir di media sosial?

Jika seperti ini, maka audien anda akan kehilangan minat untuk mengikuti laman media sosial perusahaan. Saya sarankan agar anda merubah strategi promo, yaitu dengan memfariasikan topik yang diposting, seperti menampilkan profil dan foto pegawai, kegiatan-kegiatan sosial, profil dan foto pelanggan dan lain sebagainya.

2. Gagal Menjadikan Follower Menjadi Saluran Penjualan

Dalam berpromosi melalui media sosial, harus dikombinasikan dengan email marketing. Email pelanggan merupakan aset paling berharga bagi perusahaan. Anda harus bisa mendapatkan email mereka sebanyak-banyaknya.

Caranya adalah dengan memberikan gratisan dengan syarat harus mendaftar (subscribe) dulu ke blog. Dengan memperoleh email mereka, langkah selanjutnya adalah menjadikan mereka sebagai saluran penjualan bagi perusahaan dengan menawarkan berbagai promo langsung ke email karena email akan bertahan lama dan selalu menjadi perhatian utama pemilik email.

3. Tidak Menanggapi Pertanyaan Atau Komentar Pelanggan

Dengan hanya memposting sesuatu (apakah itu promo produk, profil karyawan atau pelanggan dan hal lain sebagainya) belum cukup, karena dengan postingan itu hanyalah langkah awal karena tujuan utama dari media sosial adalah ‘mengikat’ mereka secara emosional. Setelah memposting, anda telah melakukan langkah awal untuk memulai sebuah percakapan.

Perlu diingat bahwa media sosial itu adalah sebuah platform yang sangat responsif terhadap pesan dari setiap perbuatan yang dilakukan oleh pengguna platform tersebut. Itulah alasannya kenapa merespon pertanyaan, pendapat dan lain sebagainya dari follower sangat penting. Untuk itu mulailah menanggapi komentar yang muncul di masa mendatang.

Apalagi kalau tanggapan tersebut adalah komentar negatif terhadap produk, anda harus menangggapinya dengan bijak. Jangan sekali-kali mengabaikan, menghapus komentar negatif tadi atau membuat mereka tambah marah (salah satunya dengan tidak menanggapi pendapat negatif tadi). Anda harus memperbaiki situasi tidak kondusif itu menjadi suatu keuntungan bagi perusahaan.

4. Tidak Autentik atau Tidak Tulus

Banyak para pebisnis beranggapan bahwa mereka bisa saja menutupi siapa diri mereka sebenarnya ketika melakukan promosi melalui media sosial. Atau bisa saja tidak menampilkan siapa sebenarnya mereka. Namun untuk jangka panjang, langkah ini tidak bagus karena publik akan merasa dibohongi dan tidak merasa dekat secara personal dengan perusahaan.

5. Memposting Tanpa Mempertimbangkan Target Pasar

Ada dua tipe perusahaan, yaitu: mereka memposting sebuah konten berdasarkan atas apa yang mereka pikirkan dan memposting konten berdasarkan apa yang audien mereka inginkan. Tipe pertama biasanya akan selalu mengalami kegagalan. Perusahaan harus meluangkan waktu untuk membangun karakter di media sosial untuk menentukan apa yang diinginkan oleh follower. Konten anda harus bisa menjadi solusi bagi masalah mereka berdasarkan produk yang perusahaan jual.

6. Mempromosikan Bisnis atau Produk Berulang kali

Melakukan promosi atau menampilkan produk secara berulang-ulang juga menjadi salah satu kesalahan terbesar sewaktu berpromosi dengan media sosial. Pendekatan promosi melalui media sosial harus dilakukan melalui pendekatan berbeda.

Tidak sama dengan promosi melalui media lainnya seperti koran atau televisi dimana anda bisa membombardir pemirsa koran atau televisi tersebut dengan iklan anda. Sekarang mereka telah banyak memperoleh informasi dari berbagai sumber dan bisa menentukan kemana harus membeli produk yang sama dengan merek berbeda. Untuk itulah gunanya media sosial ini agar bisa mengedukasi dan memperkenalkan perusahaan.

Anda tidak bisa mempromosikan produk secara langsung, tetapi konten yang ditampilkan harus bisa membawa dan menarik mereka secara tidak langsung untuk menggunakan produk atau layanan dari usaha anda. Caranya dengan memposting hal-hal yang berbau kelucuan dan informatif. Semakin respek anda kepada pelanggan maka anda pun akan memperoleh respek dari mereka.

7. Mempunyai Harapan Terlalu Tinggi

Pemasaran melalui media sosial tidak seperti penjualan langsung, di mana anda bisa menginvestasikan uang dan akan langsung memperoleh keuntungan dari sana. Media sosial di desain untuk jangka panjang sehingga bisa membuat hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui interaksi secara terus menerus. Banyak kita lihat pebisnis yang melakukan promosi dengan sosial media tidak sabar untuk memperoleh keuntungan dalam jangka pendek.

Semoga anda tidak terlalu berharap akan memperoleh keuntungan dalam waktu pendek dan berfikir untuk mengambil keuntungan jangka panjang melalui media ini.

8. Tidak Membangun Hubungan Baik

Media sosial adalah tentang membangun hubungan baik. Banyak pebisnis yang tidak mengerti cara menggunakan platform ini. Orang di media sosial bahkan tidak mempedulikan apa yang sedang anda tawarkan atau keahlian anda, hingga anda bisa membuktikannya, karena “Orang tidak peduli apa yang anda ketahui hingga mereka mengetahui bahwa anda peduli kepada mereka”.

Itulah beberapa kesalahan sewaktu menggunakan sosial media untuk mempromosikan produk atau perusahaan. Jika anda mempunyai pengalaman atau tambahan, silakan sampaikan melalui komentar untuk memperkaya tulisan ini.

Silakan sampaikan komentar Anda