6 Pengaruh Psikologis Agar Status Jadi Viral

Sewaktu akan update status, seringkali anda akan terjebak pada bagaimana rangkaian kata yang akan ditulis, gambarnya seperti apa, dan berapa banyak hashtag yang akan dipergunakan sewaktu akan membuat sebuah status agar menjadi viral atau banyak dapat like dan komen.

Sayangnya, anda seringkali melupakan audien. Ada satu hal yang harus anda perhatikan saat akan membuat status, yaitu audien ingin nilai tambah bagi dirinya. Nilai tambah ini bisa dari nilai edukasi, sesuatu bersifat lucu, atau hal-hal menyenangkan lainnya.

Di tulisan ini, saya akan membahas bagaimana caranya agar update status yang dilakukan bisa menjadi viral berdasarkan pengaruh psikologis manusia pada umumnya.

1. Gunakan Gambar Sehingga Lebih Mudah Dimengerti

Penggunaan gambar untuk menceritakan sesuatu sudah sejak lama digunakan, bahkan sejak zaman pra sejarah telah ditemukan jejak gambar seperti di dinding-dinding gua, batu dan sebagainya. Tanpa kita sadari, berkomunikasi melalui media gambar jauh lebih tahan lama dibandingkan mengkomunikasikan sesuatu melalui kata-kata.

Dengan menggunakan gambar, anda tidak memerlukan banyak kata untuk menyampaikan maksud yang ingin disampaikan, karena sebuah gambar bisa diterjemahkan dengan berbagai makna. Apa lagi kalau anda menggunakan jejaring sosial Tweeter, karena penggunaan teksnya sangat terbatas.

Dengan gambar yang bisa “berbicara”, follower anda tidak perlu mengklik apapun, membaca teks tambahan atau mengunjungi halaman lain supaya memperoleh gambaran yang lebih jelas. Inilah salah satu kenapa status dengan gambar bisa mendapat perhatian lebih banyak dari follower anda.

Orang akan lebih baik responnya dan akan bersedia untuk membagikan ulang tanpa perlu diminta apalagi kalau gambarnya sangat bagus kualitasnya. Walaupun gambar tersebut berisikan data, fakta, kutipan dan lain sebagainya, dengan gambar, akan membantu pesan yang ingin disampaikan diterima lebih cepat dan lebih efektif oleh para pembaca.

Untuk membantu anda, cobalah jawa tiga pertanyaan berikut:

a. Apakah gambar ini masuk akal tanpa keterangan tambahan?

b. Apakah konten di gambar tersebut relevan dan mudah dicerna?

c. Haruskah konten ini anda bagikan?

Jika dua dari tiga pertanyaan di atas jawabannya adalah ‘ya’, anda sudah di jalan yang benar.

2. Pilihlah Topik yang Menarik Minat Audien Sehingga Mereka Mau Membagikannya Tanpa Diminta

Tidak peduli seberapa bagusnya gambar yang anda punyai, jika topik yang disampaikan tidak menarik minat mereka, maka status anda tidak akan mendapat tanggapan. Kenapa bisa seperti itu? Karena mereka sudah terlalu banyak konten yang mereka terima sehingga mereka mempunyai banyak pilihan.

Untuk itu anda harus masuk ke pemikiran audien. Anda harus membuat konten yang sangat menarik dan unik sehingga mereka mau menjadi orang pertama untuk membagikan di antara teman dan keluarga mereka.

Ada beberapa alasan psikologis yang melatarbelakangi orang mau membagikan sebuah konten, dua diantaranya adalah:

a. Orang Membagikan untuk Menyenangkan Teman dan Keluarga

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan, 43% orang membagikan konten yang mereka fikir bahwa teman mereka akan merasa terhibur dengan konten tersebut. Ada dua tujuan kenapa mereka berfikiran seperti itu, yaitu:

1) Ini akan membantu mereka untuk membangun dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang dekat dengan mereka.

2) Dengan membagikan konten seperti itu, mereka akan selalu terhubung dan melakukan komunikasi sehingga mereka selalu merasa dekat.

Oleh sebab itu, membuat status yang bertujuan membuat orang senang bisa menjadi strategi anda untuk meningkatkan jumlah like dan share di sosial media.

b. Orang Membagikan Untuk Menunjukkan Perasaan atau Kepercayaan Mereka

Seperti orang lain, terkadang anda menemukan sesuatu yang anda sukai atau secara personal kita percayai dan memaksa kita tanpa sadar untuk membagikannya. Walaupun kebanyakan dari anda tidak akan membagikan seluruh yang anda temui, tetapi 64% dari status yang dibagikan ulang berkaitan dengan pribadi si pembagi status tersebut.

Anda akan membagikan konten yang membantu anda untuk memperlihatkan siapa diri anda sesungguhnya, seperti mendukung suatu gerakan, merasa terlibat dan menunjukkan perasaan pribadi atau kepercayaan.

3. Topik Yang Sedang Tren

Memposting topik yang sedang trending akan memperoleh banyak like dan share. Menjadi orang pertama memposting hal yang sedang tren akan memperoleh like dan share.

Ingat, tujuan membuat status adalah untuk meng-entertain teman atau konten yang cocok dengan sistem kepercayaan mereka.

4. Memberi Gratisan

Cobalah perhatikan, ketika anda dihadapkan kepada beberapa pilihan, maka pilihan pertama yang akan dipilih adalah pilihan gratis tanpa memperhatikan nilai ekonominya. Dengan memberi gratisan, anda telah ‘memaksa’ seseorang untuk tunduk terhadap apa yang anda inginkan.

Setiap transaksi mempunyai nilai untung dan rugi, tetapi ketika diberikan sesuatu yang gratis, biasanya anda akan tidak memikirkan tentang kerugian. Kata-kata gratis akan menumbuhkan perasaan bahwa barang yang ditawarkan mempunyai nilai lebih.

Status yang menawarkan gratisan akan menghasilkan share lebih banyak dan menciptakan follower menjadi lebih loyal. Tetapi sebelum mengupdate status berisi gratisan, perhatikan apa yang anda inginkan dengan promosi tersebut. Apakah trafik ke situs perusahaan? Menambah follower? Atau hal tidak terduga lainnya?

Ada beberapa elemen yang perlu anda perhatikan sebelum membagikan gratisan, yaitu:

a. Buatlah kontes yang terskedul untuk meningkatkan minat mereka.

b. Sertakan gambar agar mereka tertarik untuk ikut terlibat.

c. Pakai tombol ‘call to action’ (tombol memudahkan mereka untuk bergabung dalam kegiatan tersebut).

d. Umumkan pemenangnya dan sampaikan respek kepada semua orang yang telah terlibat saat kontes berakhir.

5. Tambahkan Faktor ‘Wah’

Ketika seseorang melihat sesuatu yang sangat luar biasa dan membuat mereka kaget, otak akan secara otomatis memerintahkan tangan untuk menekan tombol ‘share’. Anda yang berada di bidang pemasaran, bisa membuat faktor ‘wah’ ini dengan informasi dan konten.

Salah satu cara agar anda memperoleh faktor ini adalah dengan memberikan gambaran statistik dan data secara visual dan sedap dipandang mata seperti menggunakan grafik.

6. Konsisten Dalam Pemilihan Konten

Status yang sukses selalu konten yang konsisten. Kenapa demikian? Ada dua faktor yang mempengaruhi, yaitu:

a. Membuat konten konsisten merupakan tantangan besar bagi perusahaan. Untuk membuat konten yang konsisten bisa dilakukan dengan mengadakan penelitian melalui internet dan kemudian sesuaikan dengan filosofi perusahaan dengan demikian bisa membangun hubungan baik dengan follower dan pemilik konten yang telah kita ambil tadi.

Seiring berlalunya waktu, audien akan berangsur-angsur mengikuti dan menjadi follower anda karena informasi yang diberikan sangat berguna bagi mereka.

b. Prinsip psikologis. Prinsip ini mengatakan bahwa semakin kenal kita akan sesuatu, maka kita akan semakin menyukainya. Semakin berkualitas konten yang anda buat akan semakin bagus. Karena dengan konten berkualitas dan selalu konsisten terhadap topik tertentu, akan membuat follower semakin mengenal dan menyukai konten anda.

Penutup

Dari keenam faktor psikologis tadi, silakan anda pilih mana yang akan digunakan di saat yang tepat. Tetapi jika bisa terapkanlah di semua status yang akan anda tampilkan di media sosial perusahaan.

Terakhir, jika anda mempunyai pengalaman dan hal yang perlu dibagikan, silakan sampaikan melalui komentar.

Free Hit Counters
Web Site Hit Counters

Silakan sampaikan komentar Anda