6 Kesalahan Blogger Pemula Dari Sudut Pandang SEO

Membuat sebuah blog sangat gampang sekali. Anda cukup membuat sebuah akun Gmail, lalu masuk ke blogger dan klik sana klik sini, selesai. Tetapi setelah membuatnya timbul pertanyaan, yaitu: blog ini mau diapakan? Apa yang harus dikerjakan setelah blog dibuat?

Tulisan ini membahas mengenai apa yang tidak boleh dilakukan jika ingin blognya mempunyai trafik yang tinggi.

Berikut adalah 6 buah kesalahan blogger yang sering dibuat sehingga trafik tidak kunjung datang, yaitu:

1. Tidak mempunyai “Meta Title” yang bagus

Meta title adalah baris pertama yang dibaca oleh seseorang yang melakukan pencarian di mesin pencari Google. Jika tidak mempunyai meta title ini, akan menghilangkan kesempatan situs mendapatkan trafik tinggi. Ada dua pihak yang perlu dijadikan perhatian, yaitu:

a. Google dan mesin pencari lainnya

Google perlu mengetahui tentang apa sebuah postingan tersebut, sehingga dia bisa membuat meta title. Anda perlu memastikan apa target kata kunci pada blog tersebut, atau apa saja kata-kata yang sama, apakah telah berada di judul.

Jika target kata kuncinya adalah “amateur photographer”, pastikan bahwa kata-kata ini sebagai judul.

Google mengetahui bahwa photographer dan photography merupakan kata yang mirip.

Begitu juga dia mengetahui bahwa photography for beginners mempunyai arti yang sama dengan photography for amateurs.

Bagusnya dia bisa meranking semuanya. Jika tidak, kita tentu harus menulis beberapa tulisan yang mempunyai target yang hampir sama.

b. Manusia yang melakukan pencarian

Kita perlu juga mengetahui bagaimana cara kerja Google, namun kalau hanya memperhatikan cara kerja mesin pencari ini saja, maka meta title yang akan ditulis adalah amateur photography.

Tetapi kita juga harus memperhatikan orang yang melakukan pencarian di Google maka judul tulisan yang tepat adalah 10 pro tips for amateur photographers.

Artinya adalah seorang fotografer amatir ingin belajar bagaimana cara fotografi seperti seorang profesional dengan tip yang dijabarkan dalam tulisan.

2. Situs Belum versi mobile

Google ingin orang yang mengunjungi sebuah situs mendapatkan pengalaman berselancar yang baik.
Jika situs anda belum mobile version yang bisa diakses melalui perangkat bergerak seperti smartphone, maka pengunjung tidak akan menyukainya.

Mobile sekarang menjadi sangat penting, sehingga Google akan menghukum sebuah situs yang belum mendukung versi mobile. Akibatnya Google tidak mau mengindeks situs tersebut dan akan hilang dari peredaran. Trafik pun akan terjun bebas.

Kenapa? Karena sekarang pengguna mobile sudah lebih banyak dibandingkan pengguna desktop dan Google sedang fokus kepada para pengguna mobile ini.

Bagaimana membuat situs menjadi mobile version? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Desain yang responsif

Sebuah situs harus bisa menyesuaikan diri agar dapat diakses melalui mobile. Maksudnya adalah situs harus dapat menyesuaikan dengan ukuran layar perangkat bergerak. Google sangat menyukai desain sebuah situs yang responsif.

2. Situs telah Mobile Version

Ciri-ciri versi khusus untuk perangkat mobile, adalah:

  • Menunya lebih sedikit

  • Layarnya lebih kecil.

  • Teksnya lebih sedikit

Umumnya model seperti ini tidak cocok untuk sebuah blog, karena jika seseorang ingin membaca artikel di blog, biasanya mereka ingin membaca kesemuanya.

Jika ingin mencek apakah blog anda sudah mobile version, bisa dilakukan dengan mengunjungi laman Google Webmaster Tools.

Dengan memeriksa di Google Webmaster Tools bisa dilihat apakah ada kesalahan yang terjadi pada situs tersebut yang berhubungan dengan browser perangkat bergerak. Jika ada kesalahan, perbaikilah dengan segera.

Anda perlu juga mentes dengan Google mobile-friendly test.

Jika sebuah situs tidak mendukung mobile version, akibatnya trafik dari perangkat bergerak tidak akan ada.

3. Loading Lama (LoLa)

Jika sebuah situs loadingnya lama, artinya akan kehilangan pengunjung. Biasanya orang membuka sebuah blog tidak akan mau berlama-lama menunggu loading. Waktu maksimal hanya 4 detik saja.

Jika loadingnya lebih dari 4 detik kemungkinan kehilangan pengunjung diperkirakan sebesar 25%.

Semakin lama loading, akan semakin banyak kehilangan pengunjung.

Google menginginkan semua penggunanya puas.

Andapun tentu tidak akan sabar menunggu jika sebuah situs loading nya lama. Semua orang tidak suka menunggu.

Untuk memperbaiki situs yang terlalu lamban ini, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu:

a. Perhatikan mengenai ukuran gambar yang di tampilkan. Pergunakan tool yang ada di internet untuk mengurangi ukuran gambar tersebut, seperti Tinypng.

b. Pergunakan penyedia jasa hosting yang bagus. Layanan kecepatan dari penyedia layanan hosting mempunyai pengaruh besar terhadap kecepatan loading. Jika kecepatannya terlalu lamban, sudah saatnya memikirkan untuk mengupgrade ke kecepatan yang lebih tinggi atau pindah provider.

c. Pergunakan CDN. Ini adalah jaringan yang bergerak dalam pendistribusian konten. Konten anda akan didistribusikan keseluruh dunia dan bisa diakses dari tempat yang terdekat dari pengakses situs. Salah satu penyedianya adalah MaxCDN.

d. Ukurlah selalu kecepatan situs anda menggunakan Pingdom’s tool. Jika dirasakan lola, hubungi segera penyedia jasa hosting untuk meningkatkan kecepatan loading.

4. Meta Titles dan Meta Descriptions terlalu panjang atau terlalu pendek.

Meta titles adalah baris pertama yang muncul di hasil pencarian dan sebaiknya lebih kurang 55 karakter saja.
Meta descriptions merupakan deskripsi yang lebih luas, letaknya dibawah judul dan jumlah karakter idealnya sekitar 160 kata saja.

Jika meta titles dan meta description terlalu panjang, Google tidak bisa menampilkan seluruhnya dan kelebihan kata-kata yang tersisa akan ditampilkan dalam bentuk titik-titik. Akibatnya penjabaran tentang situs tidak akan terlihat secara utuh.

Jika meta tersebut terlalu panjang, pastikanlah informasi terpenting dari meta tersebut berada di awal kalimat.
Yang dicemaskan adalah Google akan menduga-duga saja meta description yang dituliskan jika dibuat terlalu panjang.

Bisa juga Google akan mengambil dari konten yang terkait dan relevan sebagai meta description. Tentu saja anda tidak menginginkan hal ini.

Berbeda dengan meta yang terlalu panjang, jika metanya terlalu sedikit dikhawatirkan informasi yang ingin disampaikan tidak lengkap.

5. Mempromo Blog Hanya Sekali Saja

Jika membagikan sebuah artikel hanya sekali saja, dikhawatirkan tidak seluruh pemirsa akan mengetahuinya.
Dalam suatu waktu, orang yang online tidak akan selalu bersamaan. Katakanlah anda mempunyai follower sebanyak 24.000 orang, berapa orang kira-kira yang sedang online sewaktu memposting atau mempromosikan artikel anda? Barangkali tidak akan lebih dari 1000 orang saja.

Ini artinya apa? Sebagian besar follower tidak akan melihat artikel yang telah dibuat. Maka yang perlu dilakukan adalah:

  • Posting artikel beberapa kali di waktu berbeda

  • Postinglah dengan cara yang berbeda (seperti dengan berbeda narasi atau dengan gambar yang berbeda).

  • Ada tool yang bisa membantu untuk memudahkan memposting ulang, seperti Sprout Social, Bufferapp, CoSchedule, dan sebagainya.

6. Mengabaikan Google Semantic Search

Menurut Wiki, semantic search adalah meningkatkan keakuratan pencarian dengan mengerti maksud pencari dan makna konteks yang muncul di ruang data pencarian, untuk meningkatkan relevansi hasil pencarian.

Maksudnya adalah, sewaktu Google mengindeks konten, dia tidak ingin melihat target kata kuncinya diulang-ulang.
Dia akan menganggap kata yang diulang-ulang tersebut sebagai spam.

Oleh karena itu, untuk membantu Google dalam mengindeks konten dengan benar pergunakanlah kata kunci lain yang sama atau pergunakan kata-kata sinonim.

Contohnya seperti kata ‘meningkatkan trafik blog’, sinonimnya bisa jadi ‘menambah jumlah pengunjung blog’ dan lain sebagainya. Berfikirlah seperti Google.

Kesimpulan

Semua blogger ingin jumlah pemirsa blognya meningkat, dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas diharapkan dapat memperbanyak pengunjung menuju situs.

Demikian tulisan mengenai kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis blog, termasuk saya sendiri.
Penulis berkeyakinan bahwa tulisan ini masih perlu tambahan-tambahan karena ilmu mengenai blogging ini sangat luas sekali.

Tambahan melalui kolom komentar akan sangat bermanfaat bagi kita bersama.

Silakan sampaikan komentar Anda